Perpustakaan Makkah Mukarramah

BIRO UMROH SOLO Perpustakaan Makkah Mukarramah terletak sekitar 200 meter dari Pintu Marwah Masjid Al Haram, Mekah, Arab Saudi. Perpustakaan ini didirikan tahun 1370 H. Perpustakaan ini diduga sebagai rumah Abdul Muthalib, tempat Nabi Muhammad SAW dilahirkan. Karena itulah bagi sebagian jamaah haji, tempat itu disakralkan-sesuatu yang dikhawatirkan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Perpustakaan Makkah Mukarramah

Perpustakaan Makkah Mukarramah Tidak ada dalil shahih yang menentukan di mana Nabi Muhammad SAW dilahirkan.

Penjelasan seperti itu ditulis besar-besar dalam sebuah papan pengumuman yang diletakkan di depan perpustakaan dengan lima bahasa: Arab, Turki, Indonesia, Inggris, dan Urdu.

“Maka mengambil barakah di tempat ini atau mengkhususkannya dengan shalat atau doa adalah perbuatan yang dilarang menurut syariat” begitu imbauan yang tertulis di papan itu.

Pemerintah Saudi sudah berusaha melakukan cara preventif dengan membagikan buku-buku kecil. Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa beribadah di Perpustakaan Makkah Mukarramah yang diyakini sebagai rumah kelahiran Nabi Muhammad SAW itu tidak dibenarnya. Namun sosaialisasi itu masih belum efektif sepenuhnya. Terbukti, di beberapa bagian dinding terlihat coretan-coretan liar dalam berbagai bahasa.

Ada beberapa pengunjung Perpustakaan Makkah Mukarramah yang juga masih berdoa di sana. Padahal, dalam papan peringatan yang lain, jelas-jelas perbuatan itu dilarang. Berdoa, shalat, meratap, dan membuat coretan di tembok itu dilarang. Selain papan peringatan, perpustakaan juga dibatasi dengan pagar pengaman temporer.

Perilaku seperti itu tidak saja dijumpai di Perpustakaan Makkah Mukarramah, melainkan di tempat-tempat lain seperti Tugu Jabal Rahmah di Arafah atau Gua Hira di Jabal Nur. Oleh karena itu, Pemerintah Saudi seringkali berupaya menghilangkan situs-situs sejarah yang tidak ada kaitannya dengan ibadah, seperti tempat persembunyian Nabi Muhammad SAW di sebuah bukit saat umat Islam kalah dalam perang Uhud.

Perpustakaan Makkah Mukarramah itu sendiri bukan bangunan aslinya. Dalam catatan, pemerintah Arab Saudi pernah menghancurkan rumah tersebut. Namun atas permintaan Wali Kota Mekkah saat itu kepada Raja Abdul Aziz, akhirnya rumah itu dibangun kembali dan dijadikan perpustakaan.

 

Perpustakaan Makkah Mukarramah

Di kota Mekkah sendiri banyak tempat-tempat yang disyariatkan untuk shalat atau berdoa. Misalnya, Masjidil Haram, Kakbah, Hajar Aswad, Rukun Yamani, Hijir Ismail, Multazam, atau Makam Ibrahim, atau Sofa Marwah.

Perpustakaan Makkah Mukarramah Hanya saja, jika musim umroh sedang ramai dengan jutaan jamaah, apalagi saat haji, tidak mudah untuk mendekati tempat-tempat itu. Dibutuhkan kekuatan dan kesabaran yang ekstra, di samping karunia dari Alloh SWT. Seperti mengusap Rukun Yamani, shalat dan berdoa di Hijir Ismali, atau mencium Hajar Aswad.

Meskipun tidak mudah, tetapi jamaah masih bisa leluasa shalat di Masjidil Haram. Jamaah bisa datang lebih awal agar terhindar dari berdesak-desakan. Jamaah juga bisa shalat di makam Ibrahim walaupun agak ke belakang. Lebih-labih kalau mau minum air zam zam, dijamin leluasa.

Perpustakaan Makkah Mukarramah Purifikasi ajaran agama yang dijalankan oleh Kerajaan Arab Saudi patut dihargai. Hal itu dilakukan guna membersihkan akidah islam dari unsur unsur yang mencemarinya, seperti tahayul, bid’ah, dan khurafat. Namun sebaiknya purifikasi tidak dengan menghilangkan warisan budaya.

Jika Anda ingin menunaikan umroh dan dapat mengunjungi bangunan-bangunan bersejarah di kota Mekkah, Anda bisa mendaftarkan diri Anda dalam paket umroh April 2018 dari biro Umroh Solo Shafa Tour. Anda akan dipandu dan dibimbing oleh pembimbing ibadah dan muthawif yang sudah berpengalaman saat melakuklan ziarah ke tempat-tempat bersejarah di kota Mekkah dan Madinah.

 

BIRO UMROH SOLO

SHAFA TOUR

Telp/sms/whatsapp: 081 226 555 449 (Arief)

Kantor: Jl. Dr. Radjiman 641A Surakarta (Depan Pom Bensin Jongke)

Web: www.shafaumroh.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.