Miqat Hudaibiyah

BIRO UMROH SOLO Miqat Hudaibiyah Ingatkah Anda dengan sebuah peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi di Hudaibiyah? Ya. Peristiwa yang disebut sebagai ‘kemenangan tertunda’ bagi umat Islam. Perjanjian ini awalnya terasa merugikan bagi kaum muslimin, karena tidak bisa melakukan ibadah haji. Namun peristiwa ini menjadi titik balik peristiwa Fathul Makkah, Pembebasan kota Mekkah, bagi kaum muslim. Fathul Makkah ini bisa terjadi karena kaum Quraisy melanggar perjanjian dari isi Perjanjian Hudaibiyah.

Miqat Hudaibiyah

 

Miqat Hudaibiyah

Miqat Hudaibiyah. Hudaibiyah sendiri adalah nama sebuah sumur yang terletak di arah barat daya dari kota Mekkah. Jaraknya sekitar 22 km. Tempat ini sekarang dikenal dengan nama Asyamisiy. Hudaibiyah sendiri lebih terkenal dengan nama sebuah perjanjian yakni Perjanjian Hudaibiyah.

Hudaibiyah adalah salah satu dari beberapa tempat yang digunakan untuk miqat umroh. Berbeda dengan bangunan miqat lain, Miqat Hudaibiyah jauh lebih sederhana. Bangunan masjidnya hanya seluas 1000 meter persegi. Meskipun sederhana, tetapi tempat ini memiliki berjuta makna dalam perkembangan sejarah Islam.

Miqat Hudaibiyah. Masjid di Hudaibiyah tidak terlalu luas, seperti masjid Miqat Bir Ali yang memiliki ratusan toilet dan tempat ganti pakaian. Masjid ini hanya memiliki empat kamar mandi dan tempat wudhu yang tidak terlalu besar. Fasilitas parkirnya pun tidak seluas masjid di Bir Ali.

Miqat Hudaibiyah. Tempat ini dinamakan ‘hudaibiyah’ karena berasal dari nama seorang laki-laki yang menggali sumur tersebut. Kemudian penamaan ‘hudaibiyah’ ini juga dilakukan untuk mengingat Perjanjian Hudaibyah yang dilakukan oleh Rasululloh SAW dengan kafir Quraisy. Kota ini pula yang menjadi pintu masuk kaum muslimin saat peristiwa Fathul Makkah. Karena hal inilah, kota ini selalu menjadi tujuan ziarah para jamaah umroh dan haji setiap tahunnya.

Miqat Hudaibiyah Salah satu tempat bersejarah di kota Mekkah ini terdiri dari daerah dengan padang pasir yang terhampar luas. Daerah ini juga merupakan kawasan pengembalaan unta dan kambing. Pemerintah Arab Saudi melakukan pengembangan intensif pada kawasan ini agar menjadi sentra peternakan kambing dan unta. Hal ini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Di daerah peternakan, di tengah padang pasir ini, para jamaah juga bisa melihat proses pemerahan susu unta. Mereka juga diperbolehkan untuk merasakan susu khas hewan berpunuk tersebut.

 

Ziarah ke Hudaibiyah

Miqat Hudaibiyah. Pada daerah ini terdapat masjid tua yang bangunannya sudah tidak utuh lagi. Masjid dengan ketebalan tembok satu hasta dan tinggi mencapai tiga meter ini kira-kira berusia 1400 tahun. Masjid ini hanya menyisakan dinding-dinding yang tersusun dari batu gunung tanpa atap, hanya puing-puing. Namun bagian mihrab masjid ini masih utuh.

Miqat Hudaibiyah. Masjid tua tersebut sudah tidak digunakan lagi sejak dibangunnya masjid baru. Banyak yang tidak mengetahui bahwa puing-puing yang dulunya adalah masjid penting ini adalah saksi terjadinya Perjanjian Hudaibiyah. Kemudian adanya sumpah setia para sahabat kepada Rasulullah SAW yang  dikenal dengan Baiturridwan.

Miqat Hudaibiyah. Masjid baru sudah dibangun di sebelah masjid tua dan sering digunakan untuk miqot umroh oleh para peziarah. Air wudhu dari masjid baru ini berasal dari sebuah sumur tua yang ada di sebelah kiri mimbar masjid. Air sumur ini adalah air asin karena Hubaidiyah memang tidak memiliki sumber air tawar.

Miqat Hudaibiyah
Puing-Puing Masjid Lama
Kelalaian Jamaah

Miqat Hudaibiyah. Masjid tua ini sama halnya dengan cagar budaya, terutama bagi umat Islam, yang seharusnya dijaga dan dipelihara. Namun karena kelalaian banyak jamaah, puing-puing di masjid tua banyak terdapat coretan yang berisi nama keluarga. Para jamaah yang melakukan hal ini memiliki maksud agar nama keluarga yang tertulis dapat terpanggil, datang, ke Tanah Suci. Tentu hal ini bukanlah jalan yang tepat. Para jamaah bisa berdoa secara langsung, bukan menuliskan nama di tempat-tempat tertentu yang justru merusak makna bangunan tersebut.

 

Miqat Hudaibiyah. Biro Umroh Solo Shafa Tour tidak hanya menghadirkan paket-paket umroh dengan biaya terjangkau saja. Namun dengan rasa tanggung jawab, Biro Umroh Solo Shafa Tour memberi pendampingan kepada para calon jamaah sekalian dengan pembimbing ibadah dan muthawwif. Hal itu dilakukan agar para jamaah tidak melakukan kesalahan, baik saat beribadah maupun berziarah.

 

Paket umroh dari Biro umroh Solo Shafa Tour selanjutnya adalah umroh dengan keberangkatan bulan April 2018. Miqat Hudaibiyah

 

BIRO UMROH SOLO

SHAFA TOUR

Telp/sms/whatsapp: 081 226 555 449 (Arief)

Kantor: Jl. Dr. Radjiman 641A Surakarta (Depan Pom Bensin Jongke)

Web: www.shafaumroh.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.