Air Zam Zam yang Tak Pernah Habis

BIRO UMROH SOLO Air Zam Zam yang Tak Pernah Habis Air Zam zam merupakan salah satu oleh – oleh khas “wajib” bagi jamaah haji atau umroh yang telah selesei menunaikan ibadah haji atau umroh. Oleh-oleh ini nantinya akan dibagikan kepada kerabat, sahabat, maupun tetangga sebagai bentuk rasa syukur atas tertunaikannnya ibadah dengan lancar. Namun pernahkah kita membayangkan berapa banyak jamaah umroh dan haji yang melaksanakan ibadah ke Tanah Suci dan membawa pulang air ini berliter-liter? Meskipun berjuta-juta liter dikonsumsi dan dibawa pulang, air zam zam ini tak pernah habis dan mengering.

Air Zam Zam yang Tak Pernah Habis

 

Air zam zam ini memiliki banyak sekali keistimewaan. Air Zam Zam yang Tak Pernah Habis ini berasal dari sumur zam zam yang berasal dari mata air di surga. Air ini ada sebagai bentuk pemberian Alloh SWT kepada Nabi Ibrahim AS atas doanya. Saat Nabi Ibrahim meninggalkan istrinya, Siti Hajar, dan anaknya yang masih kecil, Nabi Ismail AS, beliau berdoa:

Wahai Tuhanku! Aku telah tempatkan puteraku dan keturunannya di dekat rumah-Mu (Baitullahil Haram) di lembah yang sunyi dari tanaman dan manusia agar mereka mendirikan solat dan beribadat kepada-Mu. Jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan yang lezat, mudah-mudahan mereka bersyukur kepada-MU.”

 

Air Zam Zam yang Tak Pernah Habis: Awal Mula

Setelah kepergian Nabi Ibrahim AS atas perintah Alloh SWT, tinggallah seorang Siti Hajar bersama anaknya yang masih kecil, Nabi Ismail. Suatu hari, bayi Ismail menangis karena kehausan. Siti Hajar kebingungan mencari bantuan dan sumber air. Ia berlari dari bukit Shafa ke Marwa sebanyak tujuh kali. Inilah yang menjadi sejarah adanya rukun Sai.

Kemudian Ismail kecil menghentak-hentakkan kaki kecilnya ke tanah. Atas kuasa Alloh SWT, muncul mata air kecil yang mengaliri tanah di sekitarnya. Melihat air itu, Siti Hajar pun segera meminum dan menyusui bayi Ismail. Air Zam Zam yang Tak Pernah Habis

Namun air itu tumpah kesegala arah. Siti Hajar menggerakkan tangannya seraya mengucapkan “Zam-Zam” yang artinya “Berkumpullah“. Seketika air itupun berkumpul dan tidak pernah habis-habisnya.

 

Air Zam Zam yang Tak Pernah Habis: Keistimewaan

Air Zam Zam yang Tak Pernah Habis. Pada masa sebelum Nabi Muhammad lahir, air zam zam dan Kakbah adalah berkah tersendiri bagi kota Mekkah. Bagaimana tidak? Mekkah adalah kota yang tandus, berpasir, dan sulit ditumbuhi tanaman. Namun dengan adanya air zam zam dan Kakbah itu, kota Mekkah menjadi istimewa. Orang-orang Quraisy juga mendapat tempat tersendiri dari bangsa lain karena keistimewaan yang dimilikinya.

Air Zam Zam yang Tak Pernah Habis inilah yang juga digunakan sebagai air untuk menyucikan hati Nabi Muhammad SAW. Saat beliau masih diasuh oleh ibu sepersusuannya, Halimatus Sa’diyah, dada beliau dibelah dan kemudian disucikan dengan air zam zam. Penyucian ini dilakukan agar Beliau SAW terhindar dari segala keburukan dan sebagai bentuk bahwa Alloh SWT berkuasa atas segala sesuatu.

Air Zam Zam yang Tak Pernah Habis memiliki banyak manfaat. Air ini diyakini dapat menjadi obat dari segala macam penyakit. Inilah alasan mengapa banyak jamaah umroh menjadikannya sebagai oleh-oleh haji atau umroh. Bahkan, air ini juga sudah diperjualbelikan dan tersebar di berbagai penjuru dunia.

Fadilah air zam zam lainnya dapat Anda lihat di sini.

Fadilah Air Zam Zam

Air Zam zam tidak pernah habis, meskipun setiap tahunnya diambil jutaan umat muslim. Rasululloh SAW bersabda, ”Sesungguhnya, zam zam ini air yang sangat diberkahi, ia adalah makanan yang mengandung gizi”.

Beliau SAW menambahkan, “Air zamzam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan maksud supaya merasa kenyang, maka Allah mengenyangkan engkau. Jika engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu. Ia adalah air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail.” (HR. Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas)

 

 

BIRO UMROH SOLO

SHAFA TOUR

Telp/sms/whatsapp: 081 226 555 449 (Arief)

Kantor: Jl. Dr. Radjiman 641A Surakarta (Depan Pom Bensin Jongke)

Web: www.shafaumroh.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.