Kebijakan Visa Umroh Progresif dan Pajak dari Arab Saudi

BIRO UMROH SOLO Kebijakan Visa Umroh Progresif dan Pajak dari Arab Saudi Awal Januari 2018, sejumlah pelaku bisnis tour dan travel umroh dan haji mengalami sedikit guncangan akibat adanya kenaikan visa progresif dan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 5%. Sementara visa progresif berkaitan dengan sejumlah jamaah yang melaksanakan umroh berurutan setiap tahunnya yakni sebesar 2.000 SAR (riyal) atau Rp7,2 juta. Adanya kenaikan visa progresif dan PPN ini jelas berimbas pada biaya perjalanan ibadah haji dan umroh.

Kebijakan Visa Umroh Progresif dan Pajak dari Arab Saudi

Kebijakan Visa Umroh Progresif dan Pajak dari Arab Saudi. Pemerintah Arab Saudi menerapkan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 5%. Kebijakan ini berlaku mulai 1 Januari 2018. PPN itu berlaku untuk produk makanan, pakaian, barang elektronik dan bensin, serta tagihan telepon, air dan listrik, dan pemesanan hotel. pengenaan PPN 5% adalah wewenang Pemerintah Arab Saudi, sekalipun akan berimbas ke biaya Umrah dan Haji. Cuma, bukan Indonesia saja yang merasakan dampak itu, jamaah dari negara-negara lain juga ikut terkena imbas.

Kebijakan Visa Umroh Progresif dan Pajak dari Arab Saudi. Kenaikan PPN memengaruhi banyak hal. Biaya PPN yang berpotensi naik meliputi makanan, pakaian, barang elektronik dan bensin, tagihan telepon-air-listrik, dan pemesanan hotel. Salah satu biro umroh yang sempat booming karena menunda keberangkatan jamaah umrohnya, Abu Tours, juga merasakan imbasnya. Para jamaah yang seharusnya berangkat Januari 2018 ditunda menjadi 2018. Hal ini dilakukan guna penyesuaian pajak progresif tersebut. Jamaah yang akan diberangkatkan tersebut rata-rata membayar Rp16 juta per kepala.

Kebijakan Visa Umroh Progresif dan Pajak dari Arab Saudi. Kenaikan visa umroh progresif juga memberikan dampak yang cukup signifikan, terutama pada awal Januari 2018 ini. Banyak para jamaah yang mengurungkan niat untuk pergi ke Tanah Suci. Ada penurunan sekitar 25%. Ada baiknya jika para jamaah yang ingin pergi ke Tanah Suci lagi, keberangkatannya diberi jarak setahun. Dengan begitu, jamaah tidak akan terkena visa progresif tersebut.

Kebijakan Visa Umroh Progresif dan Pajak dari Arab Saudi. Dengan adanya dua kebijakan tersebut, tentu akan menambah beban biaya dalam komponen penyusun harga umroh. Hal inipun semakin menepis harapan para calon jamaah umroh untuk mendapatkan harga umroh yang murah. Aturan Visa Umroh Progresif ini berlaku sejak 11 Oktober 2017 lalu. Sementara Pajak PPN atas hotel sebesar 5 % mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2018.

Lalu, terkait dengan Kebijakan Visa Umroh Progresif dan Pajak dari Arab Saudi, apa sebenarnya visa progresif dan bagaimana penerapan PPN atas hotel sebesar 5% tersebut? Berikut ini Travel Umroh Solo, Biro Umroh Solo Shafa Tour akan memaparkannya.

Visa Umroh Progresif

Kebijakan Visa Umroh Progresif dan Pajak dari Arab Saudi. Visa umroh progresif adalah biaya tambahan visa yang harus Anda keluarkan sebesar 2000 Riyal Saudi, atau sekitar Rp7,2 juta dengan memperhitungkan waktu keberangkatan umroh Anda. Artinya, jika Anda berangkat pada tahun 1438 H, maka Anda akan dikenakan biaya progresif sebesar SR2000 keberangkatan pertama dan seterusnya di tahun 1439 H.

Anda bisa mengecek status progresif Anda (terkena beban visa progresif atau tidak) di sini.

Ketentuan ini tentu sangat membebankan biaya operasional biro penyelenggara umroh. Ada dua risiko yang harus diambil, yakni tidak menaikkan harga tetapi laba tergerus atau menaikkan harga paket umroh. Meskipun dengan menaikkan harga paket umroh ini, peminat jamaah umroh akan menurun, terutama bagi mereka yang rutin melaksanakan ibadah umroh.

Travel Umroh Solo, Biro Umroh Solo Shafa Tour juga mendapatkan imbasnya. Biaya umroh untuk keberangkatan April 2018 yang semula hanya Rp22,750 juta naik menjadi Rp23 juta. Secara nominal, kenaikan itu tidak cukup besar. Travel Umroh Solo, Biro Umroh Solo Shafa Tour selalu mengedepankan pelayanan dan fasilitas terbaik untuk para jamaahnya.

 

PPN 5%

Kebijakan Visa Umroh Progresif dan Pajak dari Arab Saudi. Kenaikan pajak PPN sebesar 5% ini akibat turunnya harga minyak di Arab Saudi. Berbagai cara pun dilakukan guna mempertahankan laju pertumbuhan ekonominya, salah satunya dengan menerapkan kebijakan ini.

Awalnya, Arab Saudi tidak menghiraukan sektor pajak ini. Namun karena berbagai faktor, seperti turunnya harga minyak dan stabilitas negara karena pertahanan keamanan dar negara sekitarnya, membuat Arab Saudi mau tidak mau mencari pemasukan dari sektor lain, selain minyak. Salah satu kenaikan pajak yang signifikan adalah perhotelan.

Kebijakan pengenaan PPN lainnya adalah kenaikan seluruh produk makanan (selain bahan pokok), pakaian, barang – barang elektronik, tagihan telepon, air dan listrik, bensin, serta yang paling berpengaruh dalam penentuan harga paket umroh adalah untuk pemesanan hotel. Namun sektor kesehatan dan pendidikan dilepaskan dari pajak jenis ini.

 

Itulah beberapa informasi sedikit banyak mengenai Kebijakan Visa Umroh Progresif dan Pajak dari Arab Saudi. Semoga bermanfaat.

 

BIRO UMROH SOLO

SHAFA TOUR

Telp/sms/whatsapp: 081 226 555 449 (Arief)

Kantor: Jl. Dr. Radjiman 641A Surakarta (Depan Pom Bensin Jongke)

Web: www.shafaumroh.com

 

 

Sumber:

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3794626/arab-saudi-tarik-pajak-5-kemenag-benar-kami-sudah-konfirmasi

https://makassar.terkini.id/abu-tours-tunda-pemberangkatan-jemaah-saat-biaya-umrah-naik/

https://www.jawapos.com/radarjember/read/2018/01/05/38031/jamaah-umrah-diprediksi-turun-25-persen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.