Miqat Tan’im

BIRO UMROH SOLO Miqat Tan’im Batas antara Tanah Suci dengan tanah-tanah lainnya dinamakan miqat. Miqat ditandai dengan dikenakannya pakaian ihram bagi jamaah haji atau umroh sebelum masuk ke Tanah Suci. Miqat ini pula yang menjadi rukun umroh atau haji pertama di antara rukun-rukun umroh atau haji lainnya.

Miqat Tan’im

 

Miqat Tan’im. Pada artikel sebelumnya telah dibahas dua miqat lain di Tanah Suci

  • Miqat Hudaibiyah

Miqat Hudaibiyah

  • Miqat Ji’ronah

Miqat Ji’ronah

 

Maka kali ini, kita akan membahas sedikit banyak tentang Miqat Tan’im.

Miqat Tan’im digunakan sebagai tempat miqat umroh bagi penduduk Mekkahdan orang yang telah bermukim di Mekkah (mukimin). Mukim ini baik yang bersifat sementara atau menetap dalam kurun waktu lama, termasuk jamaah haji dan umroh.

Miqat Tan’im merupakan perbatasan antara tanah haram dan tanah halal yang letaknya di sisi utara kota Mekkah dari arah Madinah. Jarak antara tempat miqat ini menuju Baitullah sekitar 7 km dan dapat di tempuh dengan 20 menit perjalanan. Di tempat tersebut berdiri  sebuah masjid di tepi jalan yang dinamakan Masjid Aisyah.

Miqat Tan’im ini dikelilingi oleh gunung (jabal) dan lembah (wadi). Sisi sebelah selatan terdapat Gunung Na’im. Sisi sebelah utara terdapat Gunung Mun’im. Sementara lembah atau wadi bernama Wadi Nu’man atau Wadi Tanim.

 

Miqat Tan’im: Sejarah

Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa Ummul Mukminin Aisyah boleh melaksanakan semua manasik haji, kecuali thawaf (ifadah). Setelah selesei atau suci, beliau RA mengatakan, “Anda semuanya (rombongan yang bersama Rasululloh SAW) telah melaksanakan ibadah umroh dan haji, sedangkan aku baru melaksanakan hajinya saja.”

Kemudian Rasululloh SAW memberikan perintah kepada Abdurrahman bin Abu Bakar untuk membawa Ummul Mukminin Aisyah menuju sebuah tapal batas Tanah Haram yang terdekat. Tempat itu adalah Tan’im. Kemudian Ummul Mukminin Aisyah melaksanakan miqat umroh dari Tan’im.

Peristiwa itu terjadi saat Ummul Mukminin Aisyah melaksanakan haji wada’ bersama Rasululloh SAW. Atas Peristiwa itu jualah yang kemudian menjadi latar belakang didirikannya Masjid Tan’im atau Masjid Aisyah.

Pada masa kekuasaan Raja Fahd bin Abdul Aziz, Masjid Aisyah Miqat Tan’im mengalami renovasi besar-besaran. Luas keseluruhannya areanya menjadi 84.000 meter persegi. Masjid ini juga dilengkapi dengan beragam fasilitas penunjang miqat umroh, seperti halaman parkir yang luas, tempat wudhu, dan toilet.

Tidak hanya di bagian luar saja, interior di dalam masjid Miqat Tan’im juga dilengkapi fasilitas-fasilitas yang cukup baik. Ada AC, puluhan kipas angin, mushaf Alqyran yang diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa, lantai karpet yang indah, dan lain-lain.

 

Miqat Tan’im: Kegiatan

Di samping itu, ada jadwal pengajian rutin di masjid Miqat Tan’im yang diisi oleh ulama-ulama dalam negeri. Bahkan, tak jarang isi pengajian tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia agar memudahkan jamaah umroh asal Indonesia dalam memahaminya.

Masjid Miqat Tan’im dibuka 24 jam. Hal ini dikarenakan setiap saat banyak dari jamaah umroh mukimin dari luar atau dalam Saudi yang  lebih senang melaksanakan umroh di tengah malam. Tujuannya untuk menyiasati suhu panas kota Mekkah.

 

Miqat Tan’im menjadi salah satu tempat  favorit miqat makani jamaah umroh dari Indonesia di antara beberapa miqat yang ada. Selain dekat dengan Mekkah, ada kemudahan akses transportasi   dari dan menuju Masjidil Haram.

Menurut Madzhab Syafii, bagi penduduk Mekkah atau mukimin mendahulukan Miqat Ji’ronah adalah yang paling utama. Disusul kemudian Miqat Tan’im ini. Dan yang terakhir adalah Miqat Hudaibiyah, sebagaimana saat Rasululloh SAW hendak berumroh dari Madinah ke Mekkah, beliau SAW berihram dari sini.

 

BIRO UMROH SOLO

SHAFA TOUR

Telp/sms/whatsapp: 081 226 555 449 (Arief)

Kantor: Jl. Dr. Radjiman 641A Surakarta (Depan Pom Bensin Jongke)

Web: www.shafaumroh.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.