Memasang Sutrah Saat Shalat

BIRO UMROH SOLO Memasang Sutrah Saat Shalat Sutrah atau pembatas shalat disyariatkan untuk dilakukan bagi umat muslim yang hendak menunaikan shalat. Sutrah ini menjadi penting saat kita melaksanakan ibadah shalat saat bepergian, di tempat umum, apalagi di tempat yang terbuka (seperti di lapangan atau jalan). Rasululloh SAW bersabda,

“Apabila salah seorang di antara kalian shalat, jangan biarkan siapapun melintas di depannya. Jika orang itu masih menolak, hendaklah ia menahannya, karena sesungguhnya ia bersama setan.” (HR. Muslim)

Memasang Sutrah Saat Shalat

 

Memasang Sutrah Saat Shalat. Kemudian diriwayatkan pula dari Musa bin Thalhah, dari ayahnya, ia berkata, “Rasululloh SAW bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian telah meletakkan semisal pelana unta di depannya, silakan ia shalat dan tidak usah mempedulikan siapa pun yang melintas di balik itu.” (HR. Muslim, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Memasang Sutrah Saat Shalat. Diriwayatkan dari Abu Dzar, ia berkata, Rasululloh SAW bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian berdiri shalat, ia akan terhalangi jika di hadapannya ada sesuatu semisal pelana unta. Bila di hadapannya tidak ada itu, shalatnya akan terputus oleh keledei, wanita, dan anjing hitam.” (HR. Muslim)

Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra, bahwasanya apabila Rasululloh SAW berangkat shalat pada hari raya, beliau SAW memerintahkan agar diletakkan ujung tombak di hadapannya. Maka, beliau SAW pun shalat mengarah ke situ dan para jamaah di belakang beliau SAW. Rasululloh SAW juga melakukan hal serupa saat bepergian. Memasang Sutrah Saat Shalat.

Memasang Sutrah Saat Shalat. Kemudian dari Abu Sa’id ra, ia berkata, “Aku mendengar Rasululloh SAW bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian shalat menghadap sesuatu yang membatasinya dari manusia, lalu seseorang hendak melintas antara dirinya dan pembatas itu, hendaklah ia mendorongnya. Jika orang itu masih saja enggan, hendaklah memukulnya, karena sesungguhnya ia adalah setan. “ (HR. Bukhori, Muslim, dan Abu Dawud)

Kemudian Sahl bin Said, ia berkata, “Rasululloh SAW bersabda, “Jarak antara tempat shalat Rasululloh SAW dan pembatas sekira-kira perlintasan kambing.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Sahl bin Abi Hatsmah juga meriwayatkan bahwa Rasululloh SAW bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian shalat menghadap ke pembatas, hendaklah ia mendekat kepadanya, maka setan tidak akan memutus shalatnya.” (HR. Abu Dawud dan Nasai)

 

Memasang Sutrah Saat Shalat: Atsar dari Salafush Shalih

  • Ibnu Umar

Ibnu Umar berkata, “Apabila salah seorang dari kalian shalat, hendaklah ia shalat menghadap sutrah dan mendekat padanya, supaya setan tidak melintas di depannya.” (diriwayatkan oleh Ibnu Syaibah dalam Al Mushannaf)

 

  • Qurrah bin Iyas bersama Umar bin Khattab

Qurrah bin Iyas berkata, “Pada saat aku shalat di antara dua tiang, Umar melihatku. Lalu ia memegang pundakku dan mendekatkanku pada sutrah. Ia berkata, “ Shalatlah menghadap kepadanya.” (diriwayatkan oleh Bukhori  dan Ibnu Abi Syaibah)

 

  • Ibnu Mas’ud

Ibnu Mas’ud berkata, “Ada empat perangai buruk (Ibnu Mas’ud menyebutkannya), salah satunya seseorang shalat tanpa pembatas.” (diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah)

 

Secara menyeluruh, perintah dalam masalah Memasang Sutrah Saat Shalat ini seperti dikatakan oleh Al Allamah As Safarini, “ketahuilah bahwasanya shalat menghasap sutrah hukumnya sunnah secara ijmak.” Kemudian Al Allamah Al Bani juga menyebutkan bahwa Imam Ahmad memberi isyarat bahwa tidak ada bedanya membuat sutrah (pembatas) antara masjid besar dan masjid kecil. Inilah pendapat yang benar.

 

Demikianlah sedikit banyak informasi mengenai Memasang Sutrah Saat Shalat. Semoga bermanfaat.

 

BIRO UMROH SOLO

SHAFA TOUR

Telp/sms/whatsapp: 081 226 555 449 (Arief)

Kantor: Jl. Dr. Radjiman 641A Surakarta (Depan Pom Bensin Jongke)

Web: www.shafaumroh.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.