Mengenal 4 Jenis Dam dalam Ibadah Umroh dan Haji

BIRO UMROH SOLO Mengenal 4 Jenis Dam dalam Ibadah Umroh dan Haji Informasi tentang dam atau denda sangat penting untuk di ketahui saat ini. Mengapa? Hal ini guna menghindari penipuan pada jamaah yang mengatasnamakan dam, denda, atau pelanggaran lainnya. Tidak hanya penipuan terkait dam atau pelanggaran ini, penipuan juga terjadi saat transaksi pembelian hewan kurban. Padahal, membayar dam tidak harus dengan menyembelih hewan kurban. Jamaah bisa menggantinya dengan cara berpuasa.

Mengenal 4 Jenis Dam dalam Ibadah Umroh dan Haji

 

Mengenal 4 Jenis Dam dalam Ibadah Umroh dan Haji

Dam dari segi bahasa memiliki makna “darah”. Menurut istilah, dam adlah mengalirkan darah (menyembelih ternak yakni kambing, unta, maupun sapi) dalam rangka memenuhi syar’i manasik haji atau umroh seperti yang ditetapkan oleh Rasululloh SAW. Mengenal 4 Jenis Dam dalam Ibadah Umroh dan Haji

Mengenal 4 Jenis Dam dalam Ibadah Umroh dan Haji terdiri dari dua macam yakni Dam Nusuk dan Dam Isya’ah.  Dam Nusuk  yaitu dam yang dikenakan untuk orang yang menunaikan haji tamattu maupun haji Qiran (bukan sebab melakukan kesalahan). Dam Isya’ah yaitu dam yang dikenakan untuk orang yang melanggar aturan atau melakukan kekeliruan dalam menunaikan umroh atau haji.

Denda di bayar oleh jamaah haji dan umroh dengan menyembelih seekor hewan kurban atau dengan seharga hewan kurban. Ada empat  jenis dam yang harus di kenal sebelum melakukan perjalanan haji dan umroh. Mengenal 4 Jenis Dam dalam Ibadah Umroh dan Haji

 

Dam Tartib dan Taqdir

Mengenal 4 Jenis Dam dalam Ibadah Umroh dan Haji. Dam tartib dan taqdir yakni dam yang dikeluarkan dengan memotong seekor kambing dengan ketentuan seperti kambing qurban. Bilamana jamaah tidak mampu, diganti dengan puasa 10 hari: 3 hari pada saat haji dan 7 hari sesudah pulang ke Tanah Air. Penyembelihannya dilaksanakan pada hari Nahar dan hari – hari Tasyriq di Mina atau di Kota Mekkah Al Mukarramah. Jamaah yang memiliki dam boleh ikut memakannya. Kalau menyembelihnya diupahkan pada orang, maka jangan memberinya upah dari daging dam itu.

Adapun yang mengharuskan dam tartib dan taqdir yaitu

  • Jika seorang haji mengerjakan haji tamattu’atau haji qiran
  • Jika seorang haji tidak mengerjakan ihram pada miqatnya (tempat berihram)
  • Jika seorang haji tidak melontar jumroh
  • Jika seorang haji tidak bermalam di Muzdalifah
  • Jika seorang haji tidak bermalam di Mina
  • Jika seorang haji tidak mengerjakan thawaf wada’ (thawaf perpisahan)
  • Jika seorang haji tidak bisa wukuf di Arafah sebab terlambat yakni terbitnya fajar hari Nahar (10 DzulHijjah) ia tidak muncul di Arafah. Jika keterlambatan tersebut karena udzur, ia tidak berdosa dan hajinya diganti menjadi umrah. Ia mesti mengerjakan umrah, tahallul dari manasik umrah, tidak harus melontar jumroh, tidak harus mabit di Mina, tetapi harus menunaikan dam. Jika yang ketinggalan itu ialah haji fardhu, ia harus mengqadha’ hajinya pada tahun berikutnya (jika mampu), dan Ini menurut keterangan dari kesepakatan ulama. Mengenal 4 Jenis Dam dalam Ibadah Umroh dan Haji

 

Dam Tartib dan Ta’dil

Mengenal 4 Jenis Dam dalam Ibadah Umroh dan Haji. Ada dua perkara yang mengakibatkan jamaah haji dan umroh wajib menunaikan dam tartib dan ta’dil. Dam tartib dan ta’dil yakni dam yang ditunaikan oleh seorang yang melaksanakan ibadah haji sebab melanggar dua peraturan berikut.

  • Bersetubuh sebelum tahallul awal mengakibatkan hajinya batal dan wajib menunaikan kifarat dengan menyembelih seekor unta atau sapi atau 7 ekor domba. Ia juga harus mengulangi (menqadha) hajinya pada tahun berikutnya. Jika tidak dapat atau mendapatkan kendala dalam menyembelih unta, maka ditunaikan dengan memberi makanan yang diserahkan kepada fakir kurang mampu di Tanah Haram senilai satu ekor unta. Jika tidak mampu juga, maka dapat berpuasa, masing-masing dinilai dengan satuan mud ( 1 mud setara dengan 0,6 kg atau ¾ liter beras), lalu setiap 1 mud diganti dengan satu hari puasa. Mengenal 4 Jenis Dam dalam Ibadah Umroh dan Haji
  • Ihshar yakni terhalang tidak dapat menyelesaikan ibadah haji atau umroh, baik karena dicegat musuh, kecelakaan, kematian muhrim (suami atau istri), atau sebab lainnya yang menciptakan kondisi darurat tidak dapat melanjutkan hajinya. Orang yang terhalang tersebut disebut Muhshar. Ia boleh bertahallul, tidak melanjutkan ibadahnya sesudah menyembelih seekor kambing. Jika mampu, ia harus mengirim dam tersebut ke Mekkah dan baru bertahallul sesampai dam tersebut di Mekah dan disembelih di sana. Jika tidak mampu, ia boleh menyembelihnya di lokasi ia terhalang, kemudian bertahallul. Jika tidak dapat atau mendapatkan kendala dalam menyembelih domba, maka ditunaikan nilainya dengan makanan yang diserahkan kepada orang-orang miskin, atau berpuasa masing-masing satu mud satu hari puasa. Mengenal 4 Jenis Dam dalam Ibadah Umroh dan Haji

Mengenal 4 Jenis Dam dalam Ibadah Umroh dan Haji

Dam takhyir dan taqdir

Mengenal 4 Jenis Dam dalam Ibadah Umroh dan Haji. Dam Takhyir dan Taqdir yakni dam yang ditunaikan dengan menyembelih seekor domba dengan ketentuan seperti domba kurban atau berpuasa tiga hari atau bersedekah sejumlah setengah sha’ (kurang lebih 1,75 liter) untuk 6 orang fakir miskin

Adapun yang mengharuskan dam takhyir dan taqdir yaitu

  • Mencukur atau memotong rambut
  • Memotong kuku
  • Memakai minyak rambut disaat haji
  • Memakai wangi-wangian disaat haji
  • Memakai pakaian berjahit (bagi laki-laki)
  • Berjima’ sesudah jima’ ke satu (jima’ sebelum tahallul awal)
  • Berjima’ sesudah tahallul awal
  • Bercanda dengan istri yang dapat menimbulkan syahwat

 

Dam Takhyir dan Ta’dil

Mengenal 4 Jenis Dam dalam Ibadah Umroh dan Haji. Dam takhyir dan ta’dil merupakan dam yang dikeluarkan oleh sebab membunuh hewan darat saat mengerjakan manasik haji (kecuali ular, kala jengking , tikus dan lain-lain yang di anggap membahayakan). Jamaah yang bersangkutan harus menyembelih binatang  sesuai dengan binatang yang dibunuhnya (kalau domba harus ditunaikan dengan kambing, ayam harus ditunaikan dengan ayam, dan seterusnya).

Dam juga dapat ditunaikan nilainya dengan makanan yang diserahkan kepada orang-orang miskin, atau berpuasa dengan nilai masing-masing disetarakan dengan satu mud ( 1 mud setara dengan 0,6 kg atau ¾ liter beras), kemudian setiap kelipatan satu mud dibayar dengan satu hari puasa. Mengenal 4 Jenis Dam dalam Ibadah Umroh dan Haji

 

Pelaksanaa dam-menyembelih hewan kurban- tidak boleh dilakukan di luar batas Tanah Haram (kota Mekkah), bahkan di Madinah pun tidak diperbolehkan. Waktunya pun telah di tentukan yakni hanya pada waktu pada hari Nahar (10 Dzulhijah) dan hari – hari Tasyriq (11 – 13 Dhulhijah). Inilah salah satu yang membedakan dam haji atau umroh dengan ibadah kurban. Mengenal 4 Jenis Dam dalam Ibadah Umroh dan Haji

 

BIRO UMROH SOLO

SHAFA TOUR

Telp/sms/whatsapp: 081 226 555 449 (Arief)

Kantor: Jl. Dr. Radjiman 641A Surakarta (Depan Pom Bensin Jongke)

Web: www.shafaumroh.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.