5 Perang Besar Pada Masa Rasululloh SAW

BIRO UMROH SOLO 5 Perang Besar Pada Masa Rasululloh SAW Dalam menjalankan misi kenabian, Rasululloh SAW sering mendapatkan tentangan dari orang-orang kafir. Bahkan saat Islam sudah mulai berkembang, para kaum kafir terus saja berusaha untuk menghancurkan serta memecah belah persatuan umat Islam. Dalam sejarahnya, Rasululloh SAW pernah beberapa kali terlibat dan turun ke medan perang demi memerangi orang-orang kafir yang hendak menghancurkan umat muslim.

5 Perang Besar Pada Masa Rasululloh SAW

 

Pada masa Rasululloh SAW ini, ada 5 Perang Besar Pada Masa Rasululloh SAW yang tentu saja berpengaruh terhadap dunia Islam hingga saat ini, bahkan mendatang. Berikut ini beberapa perang besar tersebut.

 

5 Perang Besar Pada Masa Rasululloh SAW: Perang Badar

Perang Badar adalah pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan kafir quraisy. Pada saat itu, kaum muslimin yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan quraisy yang berjumlah 1.000 orang. Perang ini terjadi pada 17 maret 624 M atau 17 Ramadhan 2 H. Pasukan Muslim berhasil menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy yang kemudian mundur dalam kekacauan. 5 Perang Besar Pada Masa Rasululloh SAW

Bagi kaum Muslim, pertempuran ini sangatlah berarti karena merupakan bukti pertama bahwa mereka sesungguhnya berpeluang untuk mengalahkan musuh. Mekkah saat itu merupakan salah satu kota terkaya dan terkuat di Jazirah Arab. Kemenangan kaum Muslim juga memperlihatkan kepada suku-suku Arab lainnya bahwa suatu kekuatan baru telah bangkit di Arabia. Kemenangan ini juga memperkokoh otoritas Muhammad SAW sebagai pemimpin berbagai golongan masyarakat di Madinah yang sebelumnya sering bertikai. 5 Perang Besar Pada Masa Rasululloh SAW

 

5 Perang Besar Pada Masa Rasululloh SAW: Perang Uhud

Pertempuran Uhud adalah pertempuran antara kaum muslimin dan kaum kafir quraisy pada tanggal 22 Maret 625 M (7 Syawal 3 H). Pertempuran ini terjadi kurang lebih setahun lebih seminggu setelah Pertempuran Badar. Tentara Islam berjumlah 700 orang, sedangkan tentara kafir berjumlah 3.000 orang. Tentara Islam dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW, sedangkan tentara kafir dipimpin oleh Abu Sufyan. 5 Perang Besar Pada Masa Rasululloh SAW

Disebut Pertempuran Uhud karena terjadi di dekat bukit Uhud yang terletak 4 mil dari Masjid Nabawi dan mempunyai ketinggian 1000 kaki dari permukaan tanah. Pada saat itu, umat Islam hampir saja menelan kekalahan karena tidak disiplinnya para pasukan yang berada di atas bukit. Para pasukan tergiur dengan harta rampasan perang, sehingga mereka meninggalkan pos mereka yang dipelopori oleh Abdullah bin Ubay. Situasi ini dimanfaatkan oleh tentara-tentara kafir untuk memukul mundur kaum muslimin. Banyak sahabat yang syahid di perang ini, termasuk paman Sang Nabi, Hamzah bin Abdul Muthalib. 5 Perang Besar Pada Masa Rasululloh SAW.

 

5 Perang Besar Pada Masa Rasululloh SAW: Perang Mu’tah

Pertempuran Mu’tah adalah perang antara kaum muslimin melawan tentara kekaisaran Romawi. Perang ini terjadi pada tahun 629 M atau 5 Jumadil Awal 8 Hijriah di dekat kampung yang bernama Mu’tah, di sebelah timur Sungai Yordan dan Al Karak. Perang Mu’tah merupakan pendahuluan dan jalan pembuka untuk menaklukkan negeri-negeri Nasrani. Pemicu perang Mu’tah adalah pembunuhan utusan Rasulullah SAW bernama Al Harits bin Umair yang diperintahkan menyampaikan surat kepada pemimpin Bashra. 5 Perang Besar Pada Masa Rasululloh SAW

Al Harits dicegat oleh Syurahbil bin Amr, seorang gubernur wilayah Balqa di Syam, ditangkap, dan dipenggal lehemya. Untuk perang ini, Rasulullah SAW mempersiapkan pasukan berkekuatan tiga ribu prajurit. Inilah pasukan Islam terbesar pada waktu itu. Mereka bergerak ke arah utara dan beristirahat di Mu’an. Saat itulah, mereka memperoleh informasi bahwa Heraklius telah berada di salah satu bagian wilayah Balqa dengan kekuatan sekitar seratus ribu prajurit Romawi. Mereka bahkan mendapat bantuan dari pasukan Lakhm, Judzam, Balqin dan Bahra kurang lebih seratus ribu prajurit. Jadi total kekuatan mereka adalah dua ratus ribu prajurit. 5 Perang Besar Pada Masa Rasululloh SAW

 

5 Perang Besar Pada Masa Rasululloh SAW: Perang Khandaq

Perang Khandaq terjadi pada bulan Syawal tahun 5 Hijriah atau pada tahun 627 Masehi. Pengepungan Madinah ini dipelopori oleh pasukan gabungan antara kaum kafir Quraisy  dan yahudi Bani Nadir. Pengepungan Madinah dimulai pada 31 Maret, 627 H dan berakhir setelah 27 hari. 5 Perang Besar Pada Masa Rasululloh SAW

Dua puluh pimpinan Yahudi bani Nadhir datang ke Mekkah untuk melakukan provokasi agar kaum kafir mau bersatu untuk menumpas kaum muslimin. Pimpinan Yahudi bani Nadhir juga mendatangi Bani Ghathafan dan mengajak mereka untuk melakukan apa yang mereka serukan pada orang Quraisy. Kemudian mereka mendatangi kabilah-kabilah Arab di sekitar Mekkah untuk melakukan hal yang sama. Semua kelompok itu akhirnya sepakat untuk bergabung dan menghabisi kaum muslimin di Madinah. 5 Perang Besar Pada Masa Rasululloh SAW

Jumlah keseluruhan pasukan musuh sekitar sepuluh ribu prajurit. Jumlah itu disebutkan dalam kitab sirah adalah lebih banyak ketimbang jumlah orang-orang yang tinggal di Madinah secara keseluruhan, termasuk wanita, anak-anak, pemuda dan orang tua. Menghadapi kekuatan yang sangat besar ini, atas ide Salman al-Farisi, kaum muslimin menggunakan strategi penggalian parit untuk menghalangi sampainya pasukan musuh ke wilayah Madinah. 5 Perang Besar Pada Masa Rasululloh SAW

 

5 Perang Besar Pada Masa Rasululloh SAW: Perang Tabuk

Perang Tabuk, atau juga Ekspedisi Tabuk, adalah ekspedisi yang dilakukan umat Islam pada tahun 630 M atau 9 H, ke Tabuk, yang sekarang terletak di wilayah Arab Saudi barat laut. Romawi memiliki kekuatan militer paling besar pada saat itu. Perang Tabuk merupakan kelanjutan dari perang Mu’tah. Kaum muslimin mendengar persiapan besar-besaran yang dilakukan oleh pasukan Romawi dan raja Ghassan.

Informasi tentang jumlah pasukan yang dihimpun adalah sekitar empat puluh ribu personil. Keadaan semakin kritis, karena musim kemarau. Kaum muslimin tengah berada di tengah kesulitan dan kekurangan pangan. Untuk melindungi umat Islam di Madinah, Nabi Muhammad memutuskan untuk melakukan aksi preventif dan menyiapkan pasukan. Hal ini disulitkan dengan adanya kelaparan di tanah Arab dan kurangnya kas umat muslimin.

Namun, Rasululloh SAW berhasil mengumpulkan pasukan yang terdiri dari 30.000 orang, jumlah pasukan terbanyak yang pernah dimiliki umat Islam. Setelah sampai di Tabuk, umat Islam tidak menemukan pasukan Bizantium ataupun sekutunya. Mereka menarik diri ke utara setelah mendengar kedatangannya pasukan Rasululloh SAW.

Itulah 5 Perang Besar Pada Masa Rasululloh SAW. Perang-perang untuk menyebarkan agama Islam masih dilanjutkan sampai pada masa khulafaur rasyidin. Puncak kekuasaan Islam berada pada masa pemerintahan Umar bin Khattab.

 

BIRO UMROH SOLO

SHAFA TOUR

Telp/sms/whatsapp: 081 226 555 449 (Arief)

Kantor: Jl. Dr. Radjiman 641A Surakarta (Depan Pom Bensin Jongke)

Web: www.shafaumroh.com

 

Sumber:

https://www.makintau.com/2014/12/5-perang-besar-dalam-sejarah-islam.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.