Kisah Abu Bakar Ash Shiddiq RA

BIRO UMROH SOLO Kisah Abu Bakar Ash Shiddiq RA Setelah Rasululloh SAW wafat, tampuk kepemimpinan Islam berganti kepada para sahabatnya yang mulia. Orang yang pertama mengemban amanah itu adalah Abu Bakar Ash Shiddiq, sahabat Rasululloh SAW yang paling mulia. Ke mana pun Nabi SAW pergi, pasti ada Abu Bakar Ash Shiddiq. Bahkan, saat Rasululloh SAW hijrah ke Madinah, Abu Bakar lah yang menemaninya. Abu Bakar rela tangannya digigit oleh ular karena tidak mau ular itu menggigit Sang Nabi saat bersembunyi di Gua Tsur. Abu Bakar masuk Islam saat berusia 38 tahun, sementara Rasululloh berusia 40 tahun.

Kisah Abu Bakar Ash Shiddiq RA

Kisah Abu Bakar Ash Shiddiq RA

Kisah Abu Bakar Ash Shiddiq RA. Abu Bakar lahir di kota Mekkah setelah tahun gajah. Nama aslinya adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib. Abu Bakar berasal dari Bani Taim, salah satu kabilah terkemuka di kalangan kaum quraisy. Ayahnya bernama utsman bin amir bin amr, yang kemudian dikenal sebagai Abu Quhafah. Ibunya bernama Salma binti Shakhr bin Amr Bin Ka’ab bin Said bin Taim, yang kemudian dikenal sebagai Ummu Khair.

Kisah Abu Bakar Ash Shiddiq RA. Keluarga Abu Bakar adalah satu-satunya keluarga yang menjadi sahabat Rasulullah SAW dari empat generasi yang berbeda. Mereka adalah Abdullah bin Zubair, Asma binti Abi Bakar (ibu Abdullah bin Zubair), Abu Bakar dan Abu Quhafah (ayah Abu Bakar).

 

Karakter Abu Bakar Ash Shiddiq

Kisah Abu Bakar Ash Shiddiq RA. Pada masa jahiliyah, Abu Bakar termasuk ahli nasab (ahli silsilah keluarga), baik silsilah keluarga suku quraisy maupun suku arab lainnya. Pengetahuan tentang suku arab serta keturunannya terbukti bermanfaat dalam beberapa kesempatan di masa Islam, termasuk saat Rasulullah mencari bantuan dan perlindungan dari kepala suku sebelum hijrah ke Madinah.

Kisah Abu Bakar Ash Shiddiq RA Abu Bakar juga merupakan pedagang sukses yang adil, jujur, dan pintar. Banyak orang lebih memilih bertransaksi dagang dengannya karena dikenal adil dan jujur dalam segala hal. Abu Bakar juga sangat menjaga kehormatan. Ia pantang minum khamr ( minuman keras). Ia mengharamkan khamr atas dirinya, baik pada masa jahiliyah maupun setelah dia memeluk Islam.

Kisah Abu Bakar Ash Shiddiq RA Sebagaimana Rasululloh SAW, Abu Bakar juga tidak pernah menyembah berhala selama hidupnya. Keutamaaan inilah yang menjadi perbedaan mencolok di antara para sahabat yang lain. Mengapa? Karena hampir semua sahabat Rasululloh SAW pernah menyembah berhala pada masa jahiliyah.

 

Nama dan Gelar Abu Bakar Ash Shiddiq

Kisah Abu Bakar Ash Shiddiq RA Saat Abu Bakar mengikrarkan dirinya menjadi muslim, Rasululloh SAW mengganti namanya menjadi Abdullah (hamba allah). Nama ini yang biasa digunakan dalam surat–surat yang ditulisnya semasa menjadi khalifah. “Dari abdullah abu bakar, Khalifah Rasululloh, kepada semua yang membaca surat dan tulisanku”.

Kisah Abu Bakar Ash Shiddiq RA Nama Abu Bakar merupakan kuniyah (gelar). Abu berarti “bapak” dan bakr bermakna “awal mula”. Diberi nama demikian karena dia adalah serang laki–laki dewasa yang pertama kali masuk islam. Gelar “Ash Shiddiq” (orang yang paling membenarkan) diberikan karena Abu Bakar-lah orang yang dengan tegas meyakini tanpa keraguan sedikitpun bahwa Rasululloh memang telah menjalani Isra’ Mi’raj.

 

Sahabat Tersayang Rasululloh SAW

Pada masa – masa awal penyebaran ajaran islam dengan pengikut yang masih sedikit, Kisah Abu Bakar Ash Shiddiq RA adalah orang pertama yang menyampaikan dakwah secara terbuka. Akibatnya, kaum musyrik yang mendengar seruan Abu Bakar langsung marah dan memukulinya hingga tidak sadarkan diri.

Sosok Abu Bakar sangat istimewa bagi Rasulullah. Maka dari itu, Beliau SAW memilihnya sebagai orang yang paling berhak mendampinginya saat hijrah ke Madinah. Dalam perjalanan ini, Abu Bakar menjaga, melayani, dan memuliakan Rasululloh SAW. Kisah Abu Bakar Ash Shiddiq RA

 

Wafatnya Nabi Muhammad SAW

Setelah Rasululloh SAW wafat, kaum muslim (kaum Muhajirin dan kaum Anshar) berkumpul dan bermusyawarah untuk menentukan pengganti kepemimpinan. Proses pemilihan khalifah hampir saja memicu perpecahan di antara dua kaum tersebut. Berkat kepiawaian Abu Bakar, potensi perselisihan itu bisa di redam. Ini adalah bukti keutamaan Abu Bakar di antara para sahabat lainnya. Kisah Abu Bakar Ash Shiddiq RA

 

Dalam musyawarah tersebut, akhirnya seluruh utusan Muhajirin dan Anshar sepakat untuk membait Abu Bakar menjadi khalifah.

 

Kekhalifahan Abu Bakar Ash Shiddiq

Kisah Abu Bakar Ash Shiddiq RA Setelah Rasulullah wafat, kaum muslimin banyak kaum muslim yang murtad dan tidak mau membayar zakat. Maka, pemberantasan kemurtadan adalah agenda prioritas pemerintahan Abu Bakar. Meskipun berhati lembut, tetapi dalam memerangi orang murtad, Abu bakar memiliki pendirian yang kokoh. Bahkan, ia lebih tegas dan keras daripada Umar bin Khaththab.

Kisah Abu Bakar Ash Shiddiq RA Ada beberapa peristiwa penting pada masa kekhalifahan Abu bakar.

  • Memerangi kaum murtad dan menumpas nabi palsu

Salah satu peperangan kaum muslim melawan kaum murtad adalah Perang Yamamah. Perang ini memang dimenangkan oleh kaum muslim, tetapi banyak pula sahabat yang syahid. Salah satu nabi palsu adalah Musailamah al Kadzab. Kisah Abu Bakar Ash Shiddiq RA

  • Pengumpulan Alquran

Di antara yang syahid dalam Perang Yamamah adalah para penghafal Alquran. Untuk menghindari kekhawatiran hilangnya ayat-ayat Alquran, Umar bin Khattab mengusulkan untuk melakukan pengumpulan Alquran yang masih berupa lembaran-lembaran.

Abu Bakar menyetujui usulan Umar. Ketua pengumpulan Alquran dibebankan kepada Zaid bin tsabit. Kemudian Zaid bin Tsabit mulai menyusun Alquran dan mengumpulkannya dari pelepah kurma, tulang, batu, serta penghapal para sahabat. Kisah Abu Bakar Ash Shiddiq RA

  • Lembaga Pemerintahan

Kisah Abu Bakar Ash Shiddiq RA Untuk menjalankan roda pemerintahan, khalifah Abu Bakar juga mendirikan beberapa lembaga pemerintahan yaitu

  1. Lembaga keuangan (Baitul Mal): mengurus harta dan keuangan negara. Abu bakar menunjuk Abu Ubaidillah bin Jarrah sebagai Wazir Al MaliyahI (Menteri Keuangan).
  2. Lembaga peradilan: menangani masalah hukum. Abu Bakar menunjuk Umar bin Khaththab sebagai penanggung jawab lembaga ini.
  3. Gubernur. Abu bakar senantiasa menempatkan seorang gubernur pada setiap wilayah yang dikuasai kaum muslim. Tugas gubernur di antaranya menjaga dan menjalankan syiar islam, mengkoordinir urusan keuangan dan pemerintahan dan menegakkan hukum islam di wilayah yang dipimpimnya.
    Beliau mengerahkan pasukan untuk menaklukan Syam, sebagaimana keinginan Rasulullah SAW. Pada akhirnya, Syam berakhir ditaklukkan.

 

Kepergian Abu Bakar Ash Shiddiq

Kisah Abu Bakar Ash Shiddiq RA Pada bulan Jumadil Akhir tahun 13 Hijriah, Abu Bakar menderita sakit demam akut. Akibatnya, selama 15 hari setelahnya, Abu Bakar tidak mampu pergi ke masjid untuk memimpin shalat berjamaah. Ketika sakitnya semakin parah, Abu Bakar merasa bahwa ajalnya telah dekat. Kemudian dia melakukan musyawarah dengan tokoh Muhajirin dan Anshar untuk memilih khalifah setelahnya. Abu Bakar mengajukan nama Umar bin Khaththab untuk menjadi penggantinya.

Kisah Abu Bakar Ash Shiddiq RA menuliskan sebuah dekrit tentang pengangkatan Umar bin Khaththab sebagai khalifah setelah dirinya. Abu bakar menugaskan Utsman bin Affan untuk membacakan dekrit tersebut di hadapan banyak orang, sekaligus memba’iat (mengangkat dan memberikan janji setia kepada) Umar bin Khaththab sebelum Abu Bakar wafat. Ia wafat pada usia 63 tahun setara dengan usia Rasulullah SAW.

 

Itulah Kisah Abu Bakar Ash Shiddiq RA, sahabat Rasululloh SAW yang paling mulia.

 

BIRO UMROH SOLO

SHAFA TOUR

Telp/sms/whatsapp: 081 226 555 449 (Arief)

Kantor: Jl. Dr. Radjiman 641A Surakarta (Depan Pom Bensin Jongke)

Web: www.shafaumroh.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.