Umroh 2018 Spesial 2x Jumatan

BIRO UMROH SOLO Umroh 2018 Spesial 2x Jumatan . Biro Umroh Terpercaya Solo, bagi anda yang sudah berniat dan akan menjalankan ibadah umroh, jangan ragu kami Shafa tour solo sudah berpengalaman sejak tahun 2010 mengantarkan Jamaah dari Indonesia ke Makkah Al Mukaroomah. dapatkan promo spesial dan fasilitas menarik dalam beribadah umroh di kota suci makkah.

Biro Umroh Terpercaya Solo untuk promo Umroh berangkat Oktober 2018 adalah $1750 dengan 2 x Jumatan yang pastinya akan lebih terasa khusyuk ibadahnya dan dapatkan fasilitas menarik dari Shafa Tour solo, Koper, kain Ihram, Tas dan lain – lain.

Anda bisa memanfaatkan biro jasa kami Shafa Umroh yang telah mengantongi 5 Pasti Umroh dari Kementerian Agama. Kriteria penting 5 Pasti Umroh Kemenag ini diperoleh melalui proses panjang serta pengalaman bertahun-tahun melayani jamaah.  Shafa tour biro umroh terpercaya di Solo tentu saja berbeda sama sekali dengan biro umroh yang seringkali menawarkan paket promo umroh super murah bakan dibawah standarisasi biaya umroh dari Kementerian Agama yakni 22 Juta rupiah. Shafa tour biro umroh terpercaya mengantongi 5 pasti umroh yang ditetapkan Kementerian Agama sebagai patokan biro umroh yang bisa dipercaya yaitu kepastian izin Kementerian Agama No. 174, kepastian jadwal keberangkatan, kepastian Penerbangan dan Jadual Keberangkatan, kepastian program layanannya, kepastian  Hotelnya, dan Pastikan Visanya. Ditunjang dengan izin Kementerian Agama No.174 dan dijadikannya Shafa tour biro umroh terpercaya di Solo sebagai provider visa resmi Arab Saudi, tentu kami yakin, masyarakat akan memilih yang terbaik.

kasus-first-travel-pengaruhi-bisnis-biro-perjalanan-umroh

Ayoo, jangan sampai ketinggalan ikuti terus promo umroh dari Shafa Umroh. Daftarkan diri Anda dalam program terbaru kami. Hanya $1750 All In, Anda dan keluarga akan menikmati perjalanan umroh penuh berkah dan manfaat.

Jika Anda ingin segera beribadah di tanah suci, cara paling mudah yang bisa Anda lakukan adalah dengan mendaftar umroh. Tak perlu menunggu hingga bertahun-tahun pemberangkatan, Kesempatan masih terbuka bagi Anda yang hendak melaksanakan ibadah umroh. Tersedia banyak pilihan p[aket umroh yang murah dan berkah. segera hubungi:
Telp/sms/whatsapp: 081 226 555 449 (Arief)
Kantor: Jl. Dr. Radjiman 641A Surakarta (Depan Pom Bensin Jongke)
Web: www.shafaumroh.com

Umroh 2x Jumatan Di Solo

BIRO UMROH SOLO  Umroh 2x Jumatan Di Solo . Biro Umroh Terpercaya Solo, bagi anda yang sudah berniat dan akan menjalankan ibadah umroh, jangan ragu kami Shafa tour solo sudah berpengalaman sejak tahun 2010 mengantarkan Jamaah dari Indonesia ke Makkah Al Mukaroomah. dapatkan promo spesial dan fasilitas menarik dalam beribadah umroh di kota suci makkah.

Biro Umroh Terpercaya Solo untuk promo Umroh berangkat Oktober 2018 adalah $1750 dengan 2 x Jumatan yang pastinya akan lebih terasa khusyuk ibadahnya dan dapatkan fasilitas menarik dari Shafa Tour solo, Koper, kain Ihram, Tas dan lain – lain.

Anda bisa memanfaatkan biro jasa kami Shafa Umroh yang telah mengantongi 5 Pasti Umroh dari Kementerian Agama. Kriteria penting 5 Pasti Umroh Kemenag ini diperoleh melalui proses panjang serta pengalaman bertahun-tahun melayani jamaah.  Shafa tour biro umroh terpercaya di Solo tentu saja berbeda sama sekali dengan biro umroh yang seringkali menawarkan paket promo umroh super murah bakan dibawah standarisasi biaya umroh dari Kementerian Agama yakni 22 Juta rupiah. Shafa tour biro umroh terpercaya mengantongi 5 pasti umroh yang ditetapkan Kementerian Agama sebagai patokan biro umroh yang bisa dipercaya yaitu kepastian izin Kementerian Agama No. 174, kepastian jadwal keberangkatan, kepastian Penerbangan dan Jadual Keberangkatan, kepastian program layanannya, kepastian  Hotelnya, dan Pastikan Visanya. Ditunjang dengan izin Kementerian Agama No.174 dan dijadikannya Shafa tour biro umroh terpercaya di Solo sebagai provider visa resmi Arab Saudi, tentu kami yakin, masyarakat akan memilih yang terbaik.

kasus-first-travel-pengaruhi-bisnis-biro-perjalanan-umroh

Ayoo, jangan sampai ketinggalan ikuti terus promo umroh dari Shafa Umroh. Daftarkan diri Anda dalam program terbaru kami. Hanya $1750 All In, Anda dan keluarga akan menikmati perjalanan umroh penuh berkah dan manfaat.

Jika Anda ingin segera beribadah di tanah suci, cara paling mudah yang bisa Anda lakukan adalah dengan mendaftar umroh. Tak perlu menunggu hingga bertahun-tahun pemberangkatan, Kesempatan masih terbuka bagi Anda yang hendak melaksanakan ibadah umroh. Tersedia banyak pilihan p[aket umroh yang murah dan berkah. segera hubungi:
Telp/sms/whatsapp: 081 226 555 449 (Arief)
Kantor: Jl. Dr. Radjiman 641A Surakarta (Depan Pom Bensin Jongke)
Web: www.shafaumroh.com

Puasa Bagi Ibu Menyusui

Shafaumroh.com Puasa Bagi Ibu Menyusui di Bulan suci Ramadhan selalu dinantikan oleh setiap Muslim. Keutamaan pahala membuat setiap muslim berlomba-lomba melakukan amalan sebanyaknya.

Bagi umat islam menjalankan puasa ramadhan adalah wajib, begitu juga dengan ibu hamil dan menyusui.

Allah SWT telah memberikan keringanan kepada ibu hamil atau menyusui dengan memperbolehkan berpuasa diluar ramadhan atau dengan membayar fidyah.

Ibu yang menyusui di bulan puasa sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatannya, berkaitan dengan pola makan dan dehidrasi (kekurangan cairan).

Sangat dianjurkan untuk tidak berpuasa bagi ibu yang sedang menyusui bayi berusia 0-6 bulan, karena ibu menyusui bayi secara rutin setiap 2-3jam/hari.

Bayi sangat membutuhkan ASI eklusif sampai 6 bulan yang merupakan sumber energi dan gizi bagi bayi. Sebelum memutuskan untuk berpuasa akan lebih baik ibu mempertimbangkannya terlebih dahulu.

Bagi ibu menyusui yang tetap ingin melakukan ibadah puasa sebaiknya memperhatikan kesehatan.

Tips Puasa untuk Ibu Menyusui

1. Makan 3 Kali Sehari

makanan-pelancar-asi
puasa tetap makan 3 kali sehari

Sebaiknya ibu tetap melakukan makan 3 kali sehari yaitu pada saat sahur, buka puasa dan tarawih. Selalu sediakan buah dan sayur pada saat sahur dan berbuka puasa.

Ibu yang berpuasa saat menyusui sangat pelu mendaptkan asupan gizi yang simbang. Makanan harus mengandung zat gizi, protein, vitamin, mineral dan berbagai asupan yang penting bagi tubuh.

Sebagai referensi silahkan lihat daftar makanan pelancar asi yang bisa bunda konsumsi saat sahur atau berbuka.

2. Istirahatlah yang Cukup

tips puasa untuk ibu menyusui
minta bantuan suami supaya ibu bisa istirahat

Jadwalkan untuk istirahat yang cukup, ini untuk mengurangi rasa lemas dan lesu pada tubuh. Anda dapat melakukkannya dengan cara tidur atau menenagkan pikiran dan berfikir posistif.

Jika perlu mintalah bantuan suami atau orang terdekat untuk menjaga si kecil supaya bunda tetap bisa mendapatkan istirahat yang cukup.

3. Memakan Buah Kurma

puasa bagi ibu menyusui dengan jus kurma
jus kurma bagus untuk ibu menyusui yang berpuasa

Ini pasti para ibu suka, yaitu makan buah kurma, bisa juga alternatif lain seperti minum madu atau Jus kurma susu. Kurma sering dikonsumsi pada saat bulan puasa dan memiliki banyak manfaat.

Kurma mengandung pemanis alami dan sangat mudah dicerna sehingga dapat mengembalikan energi pada tubuh. Selain itu madu juga merupakan bahan alami yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh.

4. Minum Suplemen Ibu Menyusui Saat Puasa

jamu pelancar asi, suplemen asi, obat pelancar asi yang bagus, lancar asi, obat penambah asi, vitamin ibu menyusui,
minum suplemen ibu menyusui untuk membantu supaya asi tetap lancar

Kondisi tiap ibu berbeda, ada yang ASI tetap lancar saat puasa ada juga yang tidak. Oleh karena itu untuk antisipasi dan menjada agar asi tetap banyak dan kental ada baiknya bunda suplemen ibu menyusui.

5. Perbanyaklah Minum Air Putih

tips puasa untuk ibu menyusui
banyak minum air putih untuk hindari dehidrasi saat berpuasa

Kelihatannya sepele, tapi yang namanya ibu menyusui sambil puasa pasti sangat kekurangan cairan. Karena itu saat malam hari perbanyaklah minum air putih atau mengkonsumsi jus buah/sayur dan susu. Ini bertujuan untuk mencegah dehidrasi saat berpuasa dan menjaga kesehatan tubuh ibu.

Semoga tips berpuasa bagi ibu menyusui dapat bermanfaat. Ibu yang memiliki banyak kegiatan selama bulan puasa sebaiknya mempertimbangkan untuk tetap puasa atau tidak.

Agama islam memberikan keringanan bagi ibu menyusui dan hamil untuk tidak menunaikan puasa pada bulan ramadhan.

Tapi jika bunda tetap ingin berpuasa, sebaiknya pahami pula cara menjaga kualitas & produksi ASI saat Puasa supaya ibadah puasa nyaman, ASI tetap aman.

 

Jika Anda ingin segera beribadah di tanah suci,
cara paling mudah yang bisa Anda lakukan adalah
dengan mendaftar umroh.
Tak perlu menunggu hingga bertahun-tahun pemberangkatan,
Kesempatan masih terbuka bagi Anda yang hendak melaksanakan ibadah umroh.

Tersedia banyak pilihan paket umroh yang murah dan berkah.
segera hubungi:
Telp/sms/whatsapp: 081 226 555 449 (Arief)

Kantor: Jl. Dr. Radjiman 641A Surakarta (Depan Pom Bensin Jongke)
Web: www.shafaumroh.com

Hari Raya Idul Fitri 2018

BIRO UMROH SOLO  Hari Raya Idul Fitri 2018 Bulan Ramadhan dipenuhi dengan perayaan dan kemeriahan umat muslim yang memperbanyak tadarus Quran dan memperbanyak doa-doa serta memaksimalkan waktu mereka dengan berzikir. Umat muslim berpuasa selama bulan ini, karena berpuasa mengajarkan mereka arti kegigihandan toleransi yang sesungguhnya serta berempati terhadap orang-orang yang kurang mampu dan membutuhkan. Pada akhir bulan, umat muslim diberi imbalan perayaan Idul Firi. Sebagai catatan yang sangat penting, dilarang berpuasa di hari Id. Perayaan setiap Negara beragam karena biasanya telah dipengaruhi tradisinya masing-masing. Muslim di seluruh dunia memulai perayaaan idul Fitri dengan melaksanakan sholat Id. Setelah sholat Id, mereka saling mengucapkan selamat dengan ucapan Id masing-masing, ucapan selamat hari raya Idul Fitri, dengan rangkulan formal, sebanyak tiga kali. Hari Idul Fitri dihabiskan bersama teman dan keluarga, mereka berkumpul untuk menikmati hidangan dan berbagi hadiah Id (hadiah diberikan kepada anak-anak ketika Id). Semua orang mengenakan baju baru ataupun baju terbaik mereka pada kesempatan spesial ini, karena setiap orang ingin menunjukan penampilan terbaik mereka. Perayaan ini merupakan perayaan kebersamaan dan kebahagiaan. Pada intinya, umat muslim merayakan rasa bersyukurnya atas rahmat Alloh SWT.

 

Muhammadiyah menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1439 Hijriyah atau 2018 pada Kamis, 17 Mei dengan merujuk hasil perhitungan astronomi atau hisab yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan penetapan soal 1 Ramadhan itu agar dapat menjadi panduan bagi warga Muhammadiyah. Berdasarkan maklumat tersebut, 1 Syawal atau hari Idul Fitri 2018 jatuh pada Jumat, 15 Juni. Kemudian 1 Zulhijah tahun ini bertepatan dengan Senin 13 Agustus.

Jika Anda ingin segera beribadah di tanah suci,
cara paling mudah yang bisa Anda lakukan adalah
dengan mendaftar umroh.
Tak perlu menunggu hingga bertahun-tahun pemberangkatan,
Kesempatan masih terbuka bagi Anda yang hendak melaksanakan ibadah umroh.

Tersedia banyak pilihan paket umroh yang murah dan berkah.
segera hubungi:
Telp/sms/whatsapp: 081 226 555 449 (Arief)

Kantor: Jl. Dr. Radjiman 641A Surakarta (Depan Pom Bensin Jongke)
Web: www.shafaumroh.com

Foto Masjidil Haram Terbaru

BIRO UMROH SOLO Foto Masjidil Haram Terbaru Majidil Haram adalah Masjid di kota Makkah yang dipandang sebagai tempat tersuci bagi umat Islam. Masjid ini juga merupakan tujuan utama dalam ibadah Haji. Masjidil Haram, dibangun mengelilingi Ka’bah, yang menjadi arah kiblat bagi umat islam dalam mengerjakan ibadah shalat. Al-Masjid Al-Haram merupakan masjid terbesar didunia.

Masjid ini juga dikenal dengan nama Grand Mosque. Saat ini masjidil Haram memiliki luas 400.800 meter persegi termasuk luar dan dalam ruang ibadah, dan dapat menampung sampai 4 juta orang selama 1 periode ibadah Haji.

Imam besar Masjidil Haram adalah Syaikh Abdurrahman As-Sudais, seorang imam yang dikenal dalam membaca Al-Quran dengan artikulasi yang jelas dan suara yang merdu dan syakh shuraim. Muadzin besar dan paling senior di Masid Al-Haram adalah Ali Mulla yang suara adzannya sangat terkenal di dunia Islam termasuk pada media Internasional.

Menurut hadist shahih, satu kali shalat di Majidil haram sama dengan 100 ribu kali salat di masjid-masjid lain, kecuali Masjid Nabawi dan masjidil aqsha. Satu kali shalat di Masjid Nabawi sama dengan 1.000 kali shalat dimasjid-masjid lain, kecuali Masjidil Haram dan Masjidil aqsha. Adapun satu kali shalat di Masidil Aqsha sama dengan 250 kali shalat di masjid-masjid lain, kecuali Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Seluruh umat islam diperintah untuk memalingkan wajah dan hatinya ke arah Masjidil Haram di manapun berada. Hal ini diperkuat dengan surat al-baqarah ayat 149 dan 150. Perintah ini hampir sama derajatanya dengan perintah Allah SWT yang lain seperti melakukan shalat, zakat, puasa, haji sebagai wujud hati yang terikat dan ingat kepada Allah SWT dalam segala hal duniawi.

Berikut Foto – Foto Terbaru Masjidil Haram :

Sejarah Masjidil haram
Mempunyai bentuk yang lain karena hanya merupakan lapangan di sekitar Ka’bah. Sejak zaman Nabi Ibrahim as. Sampai zaman Rasulullah SAW. Belum mempunyai batas dinding tertentu, hanya rumah-rumah yang ada di sekitarnya yang merupakan batas Masjidil Haram. Tempat thawaff belum begitu luas karena pengunjungnya hanya terdiri dari orang Arab, demikian pula pada masa Rasulullah SAW dan sahabat Abu Bakar r.a. Pada zaman Khalifah Umar bin Khatab r.a tahun 17 H, beliau mengadakan beberapa perubahan Karena banjir besr di sekitar Makkah sehingga menimbulkan kerusakan Masjidil Haram. Beliau mengambil langkah-langkah:
1. Membeli beberapa rumah yang ada disekitar masjid.
2. Membangun tembok untuk menjadi batas masjid.
3. Membuat beberapa pintu.
4. Menyediakan lampu-lampu disekita masjid untuk penerangan di waktu malam hari.

Setelah selesai pembangunan Masjidil Haram, Khalifah umar membangun bendungan besar untuk mencegah banjir dan mengalihkan saluran dari Mudda’a ke Wadi Ibrahim. Pada tahun 26 H perluasan masjid yang dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab dipandang belum mencukupi, selanjutnya Khalifah Utsan bin affan mengadakan perluasan dan menambah beberapa tempat yang beratap.

Walid bin Abdul Malik bin Marwan menjai khalifah tahun 88-96 H. pada masa pemerintahan beliau, Mekkah terkenal dengan keamanan dan kemakmurannya dan tidak pernah meninggalkan perhatiannya terhadap penyempurnaan Masjidil Haram sehingga membawa peerbaikan yang lebih sempurna.

Pada bangunan Masjidil Haram terdapat pilar-pilar yang berukiran indah dan tidak mengalami perubahan sampai zaman Abu Ja’far tahun 139 H. pada tanggal 29 syawal 802 H terjadi kebakaran di Masjidil Haram. Banyak tiang dan ukiran yang amat berharga habis terbakar. Kerusakan itu diperbaiki oleh Sulthan Farouk bin Barquk dari Mesir. Walaupun sederhana sekali dan sering terjadi kerusakan. Perbaikan dimulai pada tahun 979 H, dengan atapnya mula-mula dari kayu jati dan kubah-kubah batu.

Pada 1072 H diadakan lagi perbaikan oleh Wali Jeddah, Sulaeman Bey dan pengurus Masjjidil Haram. Perbaikan itu tidak hanya meliputi bagian dalam Masjidil Haram, teteapi diluar pun bayak rumah yang di waqafkan untuk untuk kediaman bagi Amirul Haj yang datang setiap tahun di Mesir.
Pada tanggal 19 Rabiutsani tahun 1374 H/1955 M, dimulai pembangubab Masjidil Haram Mekkah. Pembangunan itu tidak hanya merupakan penyempurnaan yang telah ada tetai merupakan tambahan baru, bangunan masjid baru itu dibuat seluruhnya dari beton, dengan dinding luarnya dari batu marmer dan menaranya sebanyak tujuh buah menjulang tinggi.

Bangunan tersebut bertingkat 3 dan dibawah tanag terdapat ruangan yang luas hampir seluas masjid, juga dipergunakan untuk shalat. Selain dari ruang-ruang, Masjidil Haram memiliki terowongan untuk menyalurkan banjir dari sebelah timur mnembus sebelah barta mesjid. Masjidil Haram dikelilingi oleh jalan-jalan raya dan lapangan serta gedung bertingkat untuk tempat parker kendaraan.

Jika Anda ingin segera beribadah di tanah suci,
cara paling mudah yang bisa Anda lakukan adalah
dengan mendaftar umroh.
Tak perlu menunggu hingga bertahun-tahun pemberangkatan,
Kesempatan masih terbuka bagi Anda yang hendak melaksanakan ibadah umroh.

Tersedia banyak pilihan paket umroh yang murah dan berkah.
segera hubungi:
Telp/sms/whatsapp: 081 226 555 449 (Arief)

 

Kantor: Jl. Dr. Radjiman 641A Surakarta (Depan Pom Bensin Jongke)
Web: www.shafaumroh.com

Atmosfir Buka Puasa Di Masjidil Haram

BIRO UMROH SOLO Atmosfir Buka Puasa Di Masjidil Haram Keinginan untuk Umrah pada bulan Ramadhan? Ber-Umrah sendiri sudah merupakan ibadah yang sangat istimewa karena hanya dapat dilaksanakan di Masjidil Haram Makkah atau Masjid Nabawi di Madinah, Sebuah tempat yang sangat mulia, dimana semua do’a di ijabah, semua amalan dilipat gandakan 100.000 kali, semua orang mendapatkan rahmat, bahkan yang hanya berdiam diri memandangi ka’bah atau berdiam diri di Masjid Nabawi

Sebab ibadah Umrah yang dilaksanakan pada waktu yang mulia, yaitu bulan Ramadhan. Setiap pahala apapun ibadah diobral, bahkan tidur pun jadi ibadah. Karena bulan ini di dalamnya terdapat Lailatul Qadr, malam penuh hikmah dan kemuliaan, malam dengan pahala 1.000 bulan.

Maka tidak heran saat bulan Ramadhan tiba berjuta-juta umat muslim ber-Ihram (dua helai kain putih yang wajib dikenakan oleh para jamaah haji dan umrah) memasuki kota Makkah untuk ber-Umrah di Masjidil Haram. Putaran Thawaf dan Sa’i tak pernah sepi bahkan dini hari sekalipun, padatnya umat muslim ber-Thawaf dan Sa’i tak pernah surut. Thawaf dan Sa’i hanya nampak berhenti saat kumandang iqamat dilantunkan, tanda ritual Shalat Fardhu segera ditegakkan.

Bulan Ramadhan di Makkah maupun di Madinah, dua kota suci umat Islam, aktifitas umat muslimpun tidak hanya sebatas ber-Umrah. Dimulai dari sejak sebelum shalat Dzuhur, umat muslim berbondong-bondong memasuki Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dan akan bertahan di dalam masjid untuk menanti saat berbuka puasa, shalat Maghrib, shalat Isya dan shalat Tarawih.

Keluar dari masjid setelah shalat Ashar akan berakibat tak lagi mendapat tempat di dalam masjid. Waktu-waktu diantara shalat-shalat Fardhu akan terlihat jamaah mengisinya dengan ber-Umrah, ber-Thawaf, menegakkan shalat Sunnah, ber-Dzikir, ber-Tadarus Al Qur’an dan juga berdiskusi agama.Beberapa lingkaran jamaah akan terlihat dibeberapa sudut masjid, dimana para Syekh/Imam masjid memberikan kuliah umum keagamaan kepada para santrinya maupun jamaah umum.

Setelah shalat Ashar akan nampak banyak sekali penduduk Makkah dan Madinah mempersiapkan tempat dan hidangan sederhana untuk takjil berbuka puasa, Sahi dan Gahwa (teh dan kopi arab yang khas) dipersiapkan, beberapa butir Rutab (kurma muda yang sangat manis), roti Tamis (roti gandum yang lebar) dan Laban (semacam yogurt yg akan dicampur dengan semacam bumbu arab untuk cocolan roti Tamis) dan minuman Asir (semacam sari buah mirip buah vita) serta tentu saja yang tak akan dilewatkan, Air Zamzam, dihidangkan untuk setiap orang tanpa kecuali.

Semuanya dihidangkan diatas selembar plastik panjang yang dibentangkan ber-shaf-shaf di dalam masjid. Penduduk Makkah dan Madinah ini akan berupaya untuk mengajak setiap jamaah yang hadir di masjid untuk bergabung dengannya, berlomba-lomba meraih pahala dengan memberikan hidangan takjil untuk ber-buka puasa kepada jamaah di masjid. Akan sulit menolak ajakan yang sangat ramah ini.

Ketika Adzan Maghrib berkumandang, akan nampak jutaan umat muslim berbuka puasa bersama-sama, berbagai suku, negara dan bangsa, ber-kulit hitam, kuning, coklat dan putih. Bermata- sipit, biru atau ber-celak. Yang berhidung mancung maupun pesek, semua berkumpul ber-buka puasa bersama, menikmati takjil yang dihidangkan. Dan ketika Iqamah dikumandangkan, dengan sigap para petugas masjid meringkas plastik panjang dan dalam hitungan detik semua sudah siap menegakkan Shalat Maghrib berjamaah.

Suasana yang seperti ini selalu akan kita temui saat kita berada di Masjidil Haram Makkah maupun di masjid Nabawi di Madinah. Namun ada juga diantara jamaah asal Indonesia yang kembali ke Hotel mereka untuk menyantap makanan berbuka yang telah disiapkan oleh pihak travel, mungkin karena selera lidah mereka sedikit berbeda dengan selera bangsa timur tengah lainnya.

Keutamaan Membaca Al Quran Di Bulan Ramadhan

BIRO UMROH SOLO Keutamaan Membaca Al Quran Di Bulan Ramadhan Bulan Ramadhan menjadi bulan yang selalu dinantikan oleh umat Islam. Keistimewaan Ramadhan dibandingkan dengan bulan lainnya adalah banyaknya pahala yang dilipatgandakan karena terdapat puasa Ramadhan yang diwajibkan.

Bahkan dalam bulan Ramadhan, terdapat malam Lailatul Qadar dimana keutamaan malam Lailatul Qadar adalah hari dimana Al Quran diturunkan sehingga merupakan malam yang paling istimewa di bulan Ramadhan.

Hasil gambar untuk baca quran

Di bulan Ramadhan, hendaknya kita selalu membaca Al Quran setiap harinya. Ada banyak pahala tadarus di bulan Ramadhan yang dapat kita ambil, diantaranya adalah:

1. Mendapat syafa’at

Dari shahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu : Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” (HR. Muslim 804)

Nabi Muhammad saw: “Puasa dan Al-Qur’an keduanya akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari kiamat…” (HR. Ahmad dan Al-Hakim).

2. Mendapat barakah

Dari shahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu : Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Bacalah oleh kalian dua bunga, yaitu surat Al-Baqarah dan Surat Ali ‘Imran.

Karena keduanya akan datang pada hari Kiamat seakan-akan keduanya dua awan besar atau dua kelompok besar dari burung yang akan membela orang-orang yang senantiasa rajin membacanya. Bacalah oleh kalian surat Al-Baqarah, karena sesungguhnya mengambilnya adalah barakah, meninggalkannya adalah kerugian, dan sihir tidak akan mampu menghadapinya. (HR. Muslim 804)

Dari shahabat An-Nawwas bin Sam’an Al-Kilabi radhiallahu ‘anhu berkata : saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Akan didatangkan Al-Qur`an pada Hari Kiamat kelak dan orang yang rajin membacanya dan senantiasa rajin beramal dengannya, yang paling depan adalah surat Al-Baqarah dan surat Ali ‘Imran, keduanya akan membela orang-orang yang rajin membacanya.” (HR. Muslim 805)

3. Mendapat pelajaran

Allah subhanahu wata’ala :

كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ إِلَيْكَ مُبَٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوٓا۟ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

Artinya: “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, supaya mereka mentadabburi (memperhatikan) ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (Q.S. Shad : 29)

4. Menjadi umat yang baik

Dari shahabat ‘Utsman bin ‘Affan radhiallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya.” (Al-Bukhari 5027)

5. Pahala yang berlipat ganda

Dari Ummul Mu`minin ‘Aisyah d berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

(( الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أجْرَانِ )) متفقٌ عَلَيْهِ

“Yang membaca Al-Qur`an dan dia mahir membacanya, dia bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan yang membaca Al-Qur`an namun dia tidak tepat dalam membacanya dan mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala.” (Al-Bukhari 4937, Muslim 244)

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.” (HR. At-Tirmidzi).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra yang maksudnya: “bahwa Rasulullah saw bersabda: “Siapa yang medengar satu ayat daripada Kitab Allah Ta’ala (al-Qur’an) ditulis baginya satu kebaikan yang berlipat ganda. Siapa yang membacanya pula, baginya cahanya di hari kiamat.”

6. Jauh dari sifat munafik

Dari shahabat Abu Musa Al-Asy’ari radhiallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :“Perumpaan seorang mu`min yang rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Al-Atrujah : aromanya wangi dan rasanya enak.

Perumpamaan seorang mu`min yang tidak membaca Al-Qur`an adalah seperti buah tamr (kurma) : tidak ada aromanya namun rasanya manis. Perumpamaan seorang munafiq namun ia rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Raihanah : aromanya wangi namun rasanya pahit. Sedangkan perumpaan seorang munafiq yang tidak rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Hanzhalah : tidak memiliki aroma dan rasanya pun pahit.” (Al-Bukhari 5427, Muslim 797)

Dalam hati orang munafik, tidak ada kebaikan padanya. Munafiq adalah orang yang menampakkan dirinya sebagai muslim namun hatinya kafir -wal’iyya dzubillah-. Kaum munafiq inilah yang Allah sebutkan dan peringatkan dalam firman-Nya : “Di antara manusia ada yang mengatakan:

“Kami beriman kepada Allah dan Hari Akhir,” padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah tambah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” (Q. S. Al-Baqarah : 8 – 10)

7. Mendapat jiwa yang tenang

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tidak berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah SWT, sedang mereka membaca kitab-Nya dan mengkajinya, melainkan mereka akan dilimpahi ketenangan, dicurahi rahmat, diliputi para malaikat, dan disanjungi oleh Allah di hadapan para makhluk dan di sisi-Nya.” (HR. Abu Dawud).

8. Memberikan mahkota pada orang tua di hari kiamat

Nabi Muhammad saw bersabda maksudnya:

“Siapa yang membaca Al-Qur’an dan beramal dengan isi kandungannya, dianugerahkan kedua ibu bapaknya mahkota di hari kiamat. Cahayanya (mahkota) lebih baik dari cahaya matahari di rumah-rumah dunia. Kalaulah demikian itu matahari berada di rumahmu (dipenuhi dengan sinarnya), maka apa sangkaan kamu terhadap yang beramal dengan ini (al-Qur’an).” (HR. Abu Daud).

9. Diangkat derajatnya

Bersabda Rasulullah SAW yang maksudnya: Dikatakan kepada pembaca al-Qur,an:

“Bacalah (al-Qur’an), naiklah (pada derajat-derajat surga) dan bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya dengan tartil didunia. Sesungguhnya kedudukan drajatmu sehingga kadar akhir ayat yang engkau baca.” (HR. Ahmad).

10. Mendapat pahala sedekah

Rasulullah saw bersabda: “Orang yang membaca Al-Qur’an terang-terangan seperti orang yang bersedekah terang-terangan, orang yang membaca Al-Qur’an secara tersembunyi seperti orang yang bersedekah secara sembunyi.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i, lihat shahihul jaami’:3105).

11. Menjadi keluarga Allah

Sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga dari kalangan manusia.’ Beliau saw ditanya,’Siapa mereka wahai Rasulullah.’ Beliau saw menjawab,’mereka adalah Ahlul Qur’an, mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang khusus-Nya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

12. Menjadi cahaya dalam kehidupan

Sabda Rasulullah saw,”Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah dan Al Qur’an sesungguhnya ia adalah cahaya kegelapan, petunjuk di siang hari maka bacalah dengan sungguh-sungguh.” (HR. Baihaqi)

13. Menjadi obat

Rasulullah SAW bersabda: “Hendaknya kamu menggunakan kedua obat-obat: madu dan Al-Qur’an” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Mas’ud).

Demikianlah artikel tentang 13 pahala tadarus di bulan Ramadhan. Semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan mendapat ridho dari Allah SWT dan artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

Jika Anda ingin segera beribadah di tanah suci,
cara paling mudah yang bisa Anda lakukan adalah
dengan mendaftar umroh.
Tak perlu menunggu hingga bertahun-tahun pemberangkatan,
Kesempatan masih terbuka bagi Anda yang hendak melaksanakan ibadah umroh.

Tersedia banyak pilihan paket umroh yang murah dan berkah.
segera hubungi:
Telp/sms/whatsapp: 081 226 555 449 (Arief)

Kantor: Jl. Dr. Radjiman 641A Surakarta (Depan Pom Bensin Jongke)
Web: www.shafaumroh.com

Larangan Bagi Suami Istri Saat Ramadhan

BIRO UMROH SOLO Larangan Bagi Suami Istri Saat Ramadhan Ramadhan merupakan salah satu bulan yang paling dinantikan oleh seluruh umat muslim di dunia. Ramadhan juga disebut sebagai bulan suci. Sebab selama satu bulam penuh kita diwajibkan untuk menjalankam ibadah puasa ramdhan sebagaimana puasa merupakan salah satu kewajiban bagi umat muslim berdasarkan rukun islam. Kewajiban ini juga tercantum dalam Firman Allah SWT berikut :

Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa (QS. Al Baqarah 183).

Hasil gambar untuk suami istri muslim

Ramadhan menjadi bulan yang penuh berkah dan ladang  pahala bagi umat muslim. Oleh sebab itu, kita dianjurkan untuk selalu menanamkan kebaikan dan menjauhi keburukan berupa larangan sekaligus hal yang tidak boleh dilakukan selama bulan ramadhan sebagai syarat sah puasa ramadhan . Allah SWT menjanjikan pahala sebanyak tujuh kali lipat untuk setiap amalan dan perbuatan yang dilakukan di bulan ramadhan. Sebaliknya juga memberikan lipatan dosa atas perbuatan yang tidak diperkenankan untuk dilakukan.

Bagi pasangan suami istri pastinya melakukam ibadah puasa  bersama merupakan salah satu nikmat tersendiri. Baik suami ataupun istri dapat bersama-sama melakukan perbuatan baik demi sempurnanya ibadah puasa. Oleh sebab itu, sangat penting sekali mengetahui apa sajakah hal yang tidak diperkenankan dilakukan oleh pasangan suami istri selama bulan ramadhan seperti hukum bersetubuh di bulan ramadhan . Terutama bagi mereka yang merupakan pasangan yang baru, untuk itulah maka anda bisa menyimak artikel berikut yang akan mengupas mengenai 13 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Suami Istri di Bulan Ramadhan menurut islam.

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Suami Istri di Bulan Ramadhan menurut islam

1. Bersetubuh di Siang Hari

Hal pertama yang tidak boleh dilakukan adalah bersetubuh di siang hari. Meskipun istri dan suami sudah menjadi pasangan yang halal, namun saat bulan ramadhan anda wajib untuk menahan hasrat untuk bersetubuh terutama pada siang hari. Sebab saat anda menjalankan ibadah puasa anda di tuntut utuk mampu menahan hawa nafsu agar ibadah puasa menjadi sempurna. Jika anda nekat bersetubuh di siang hari maka tentu puasa anda akan menjadi batal dan pastinya akan sangat merugikan bagi diri anda.

Allah berfirman:

“…maka sekarang (di malam hari) gaulilah (setubuhilah) mereka (istri-istrimu)…”

Tidak ada larangan untuk berhubungan suami istri, namun waktu yang tepat untuk melakukannya adalah pada malam hari sebagai pahala bersetubuh di bulan ramadhan . Sebab pada saat tersebut ibadah puasa anda telah dinyatakan selesai.

 

2. Bersenggama Setelah Sahur

Hal selanjutnya yang tidak diperbolehkan adalah bersenggama setelah sahur. Memasuki waktu subuh menurut penelitian merupakan saat terbaik untuk mendapatkan kualitas hubungan dalam kehidupam seksual pasangan suami istri. Banyak ahli yang menyarankan untuk melakukan pada jam seperti ini agar peluang memeperoleh keturinan lebih cepat. Namun, sebagai catatan waktu setelah sahur tidak diperkenankan untuk melakukam hubungan suami istri sebab hal itu dapat membuat anda kebablasan hingga waktu subuj dan pada akhirnya membuat anda batal berpuasa.

3. Bermesraan Hingga Keluar Mani

Tidak hanya bersetubuh, bermesraan dengan pasangan yang berbeda dengan zina dalam islam hingga keluar air mani juga tidak boleh dilakukan selama bulan ramadhan. Keluarnya air mani dengan sengaja merupakan salah satu hal yang dapat membatalkan puasa. Sehingga bermesraan dengan istri yang dilakukan saat sedang menjalankan ibadah puasa menjadi hal uang tidak boleh dilakukan oleh pasangan .

4. Bercumbu

Selain bermesraan, bercumbu atau kegiatan yang lebih intim dari bermesraan juga memjadi hal yang tidak boleh dilakukan. Mengapa? Sebab apabila hal ini berlanjut dan menimbulkan syahwat keduanya maka tentu akan mengarah pada tahapan selanjutnya yakni bersetubuh. Tentunya hal ini merupakan hal yang dilakukam secara sengaja sehingga tidak hanya membatalkam puasa namun juga mencemari inadah puasa dan amalan pribadi kita.

5. Bertengkar

Bulan puasa merupakan moment yang terbaik bagi selurih keluarga umat muslim. Mereka akan lebih intim dimana selalu melakukan ibadah sahur dan berbuka secara bersama-sama. Sehingga tentunya nilai kekeluargaan akan lebih terasa. Oleh sebab itu, jangan mengotori moment ersebit dengan insiden pertengkaran yang biasa terjadi pada pasangan suami istri.

6. Suami Menalak Istri

Hadist berikut ini :

Perceraian adalah sesuatu hal yang boleh, tapi paling dibenci Allah SWT.” (HR Abu Daud, Ibnu Majah dan Al Baihaqy).

Talak merupakan sesuatu yang dibenci oleh Allah meskipun tidak dilarang dalam islam sebagaimana hukum talak di bulan ramadhan. Hal yang dibenci Allah jika dilakukan di bulan yang penuh rahmat dan berkah tentu akan mengoyori esensi pelaksanaan puasa. Dan rasanya kurang tepat, bila kemudian suami harus menjatuhkan talak di saat seharusnya ramadhan dalam saling menyatukan dan mempererat hubungan suami istri.

7. Istri Tidak Menyiapkan Makan Sahur Suami

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ

“…Dan makan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, [5] yaitu fajar…” [Al-Baqarah: 187].

Istri dituntut untuk dapat melakukan kewajibannya dalam melayani suami. Baik secara lahiroah ataupun batiniah. Karenanya pada bulan puasa hendaknya para istri wajib menyipakan makan sahur bagi sang suami. Sebab pada hari biasa saja malayani suami akan mendatangkan pahala apalagi jika dilakukan disaat ramadhan. Maka pasti pahalanya akan berlipat ganda.

8. Marah Tanpa Sebab

Ramadhan mengajarkan kita untuk mampu menahan nafsu daneredam amarah. Tentunya dalam kehidupan pasangan tidak akan lepas dari yang namanya cekcok dan pertengkaran. Kedua hal ini lah yang akan menimbulkan kemarahan antara keduanya. Tentu saja kemarahan yang nampak akan secara langsung berpengaruh pada ibadah puasa yang dilakukan . Jangan sampai anda hanya akan mendapatkan lapar dan haus saja tanpa mendapatkan pahala dari puasa seharian yang dilakukan hanya disebabkan oleh kemarahan.

9. Tidak Menyiapkan Hidangan Berbuka

Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga,” (H.R. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192).

Banyak jalan untuk bisa meraup pahal di bulan ramadhan, salah satu caranya adalah menyiakam hidangan buka puasa. Tentu saja hal ini jangan sampai dilewatkan oleh para istri yang ini menambah pahala berpuasanya. Oleh sebab itu, jangan sampai anda sengaja tidak menyiapakn hidangan berbuka untuk suami sebab hal itu todak diperbolehkan dilakukan di bulan ramadhan.

10. Mandi Bersama

Jika anda memiliki kebiasaan romantis seperti salah satunya adalah kegiatan mandi bersama. Maka sebaiknya hal ini anda tanggalkan dulu selama ramadhan tiba. Sebab dikhawatirkan hal ini bisa memivu syahwat yang kemudoan dapat mengarah kepada hal yang membatalkan puasa.

11. Menyentuh Kemaluan Istri

Hakim bin Iqal yang menceritakan:

“Saya bertanya kepuda Aisyah  “Apa yang haram saya lakukan terhadap istri saya di saat saya sedang berpuasa.’ Dia menjawub: “Kemaluannya.”

Selain hal diatas, sebaiknya suami jangan melakukan hal ini karena dirasa akan bisa mengurangi fokus dalam ibadah puasa. Hal yang di maksud tidak lain adalah memegang kemaluan istri. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu timbulkanya hasrat seksual yang lebih besar hingga dengan sengaja kemudian membatalkan puasa demi nafsu.

12. Bersenggama Saat Sahur dan Tidak Berhenti Ketika Adzan Subuh Tiba

Imam An-Nawawi Rahimahullah berkata,

لو طلع الفجر , وهو مجامع فَنَزَعَ في الحال صحَّ صومُه

“jika telah terbit fajar (masuk waktu subuh) sedang ia dalam keadaan berjima’ kemudia ia langsung mencabutnya seketika. Maka puasanya sah.”

Sebenarnya terdapat beberapa pendapat yang memeprbolehkan bersetubuh seteleh sahur. Namun, ketika adzan subuh berkumandang anda harus segera menghentikam aktifitas ini. Sebab jika berhenti saat itu maka puasa anda masih akan diterima dan bisa dilanjutkan. Namun, jika tidak berhenti maka bisa jadi anda tidak akan bisa melanjutkan ibadah puasa.

13. Istri Mengugat Cerai Suami

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا طَلاَقًا فِى غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ

Wanita mana saja yang meminta talak (cerai) tanpa ada alasan yang jelas, maka haram baginya mencium bau surga.” (HR. Abu Daud no. 2226, Tirmidzi no. 1187 dan Ibnu Majah no. 2055. Abu Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Itulah  Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Suami Istri di Bulan Ramadhan menurut islam. Semoga dapa menjadi tambahan pengetahuan sebagai sumber syariat islam dan tujuan hidup menurut islam. Sehingga para pasangan dapat menjalankan ibada puasa dengan lebih fokus dan meraup segudang pahala.

Jika Anda ingin segera beribadah di tanah suci,
cara paling mudah yang bisa Anda lakukan adalah
dengan mendaftar umroh.
Tak perlu menunggu hingga bertahun-tahun pemberangkatan,
Kesempatan masih terbuka bagi Anda yang hendak melaksanakan ibadah umroh.

Tersedia banyak pilihan paket umroh yang murah dan berkah.
segera hubungi:
Telp/sms/whatsapp: 081 226 555 449 (Arief)

 

Kantor: Jl. Dr. Radjiman 641A Surakarta (Depan Pom Bensin Jongke)
Web: www.shafaumroh.com

Tata Cara Shalat Tarawih

BIRO UMROH SOLO tata cara shalat tarawih Pengertian Dan Dalil Tentang Shalat Tarawih adalah bentuk jamak dari tarwihah, secara bahasa artinya istirahat sekali. Dinamakan demikian karena biasanya dahulu para sahabat ketika shalat tarawih mereka memanjangkan berdiri, rukuk dan sujudnya. Maka ketika sudah mengerjakan empat rakaat, mereka istirahat, kemudian mengerjakan empat rakaat lagi, kemudian istirahat, kemudian mengerjakan tiga rakaat (lihat Lisanul Arab, 2/462, Mishbahul Munir, 1/244, Syarhul Mumthi, 4/10).

Secara istilah tarawih artinya qiyam Ramadhan, atau shalat di malam hari Ramadhan (lihat Al Mughni, 1/455, Syarah Shahih Muslim lin Nawawi, 6/39).

Hasil gambar untuk shalat tarawih

Keutamaan Shalat Tarawih

  1. Shalat tarawih merupakan sebab mendapatkan ampunan dosa-dosa yang telah lalu

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, beliau berkata:

كان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يُرغِّبُ في قيامِ رمضانَ من غير أنْ يأمرَهم فيه بعزيمةٍ، فيقولُ: مَن قامَ رمضانَ إيمانًا واحتسابًا غُفِرَ له ما تَقدَّمَ مِن ذَنبِه

Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam memotivasi orang-orang untuk mengerjakan qiyam Ramadhan, walaupun beliau tidak memerintahkannya dengan tegas. Beliau bersabda: “Orang yang shalat tarawih karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari no. 2009, Muslim no. 759).

  1. Orang yang tarawih berjamaah bersama imam sampai selesai, dicatat baginya shalat semalam suntuk

Dari Abu Dzar radhiallahu’anhu, ia berkata:

قلت: يا رسولَ اللهِ، لو نَفَّلْتَنا قيامَ هذه اللَّيلةِ؟ فقال: إنَّ الرَّجُلَ إذا صلَّى مع الإمامِ حتى ينصرفَ، حُسِبَ له قيامُ ليلةٍ

Aku pernah berkata: wahai Rasulullah, andaikan engkau menambah shalat sunnah bersama kami malam ini! Maka Nabi bersabda: “sesungguhnya seseorang yang shalat bersama imam sampai selesai, ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk” (HR. Tirmidzi no. 806, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).

  1. Orang yang rutin mengerjakan shalat tarawih, jika wafat maka dicatat sebagai shiddiqin dan syuhada

Dari Amr bin Murrah Al Juhani radhiallahu’anhu, ia berkata:

جاءَ رجلٌ من قُضاعةَ إلى النبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم فقال: إنِّي شهدتُ أنْ لا إلهَ إلَّا اللهُ، وأنَّكَ رسولُ اللهِ، وصليتُ الصلواتِ الخمسَ، وصُمتُ رَمضانَ وقُمتُه، وآتيتُ الزكاةَ، فقال رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم: مَن ماتَ على هذا كانَ من الصِّدِّيقينَ والشُّهداءِ

Datang seseorang dari gurun kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, ia berkata: aku bersyahadat bahwa tiada sesembahan yang haq kecuali Allah dan bahwasanya engkau adalah utusan Allah. Aku shalat 5 waktu, aku puasa Ramadhan dan mengerjakan qiyam Ramadhan, dan aku membayar zakat. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “orang yang mati di atas ini semua, maka ia termasuk shiddiqin dan syuhada” (HR. Ibnu Khuzaimah no. 2212, Ath Thabrani dalam Musnad Asy Syamiyyin no.2939, dishahihkan Al Albani dalam Qiyamu Ramadhan, 18).

 

Hukum Shalat Tarawih

Shalat tarawih hukumnya sunnah muakkadah. Diantara dalilnya:

Pertama: Dalil As Sunnah

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, beliau berkata:

كان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يُرغِّبُ في قيامِ رمضانَ من غير أنْ يأمرَهم فيه بعزيمةٍ، فيقولُ: مَن قامَ رمضانَ إيمانًا واحتسابًا غُفِرَ له ما تَقدَّمَ مِن ذَنبِه

Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam memotivasi orang-orang untuk mengerjakan qiyam Ramadhan, walaupun beliau tidak memerintahkannya dengan tegas. Beliau bersabda: “Orang yang shalat tarawih karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari no. 2009, Muslim no. 759).

Dari Aisyah radhiallahu’anha, beliau berkata:

أنَّ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم صلَّى في المسجدِ ذاتَ ليلةٍ، فصلَّى بصلاتِه ناسٌ، ثم صَلَّى من القابلةِ، فكثُرَ الناسُ ثم اجتَمَعوا من الليلةِ الثالثةِ، أو الرابعةِ، فلم يخرُجْ إليهم رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم، فلمَّا أصبحَ قال: قد رأيتُ الذي صنعتُم، فلمْ يمنعْني من الخروجِ إليكم إلَّا أنِّي خَشيتُ أنْ تُفرَضَ عليكم قال: وذلِك في رمضانَ

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam shalat di masjid suatu malam, maka orang-orang pun ikut shalat di belakang beliau. Kemudian beliau shalat lagi di malam berikutnya. Maka orang-orang yang ikut pun semakin banyak. Kemudian mereka berkumpul di masjid di malam yang ketiga atau keempat. Namun ternyata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak keluar. Ketiga pagi hari beliau bersabda: aku melihat apa yang kalian lakukan semalam. Tidak ada yang menghalangiku untuk keluar kecuali aku khawatir shalat tersebut diwajibkan atas kalian”. Perawi mengatakan: “itu di bulan Ramadhan” (HR. Bukhari no. 1129, Muslim no. 761).

Kedua: Dalil ijma

Al Imam An Nawawi mengatakan:

فصلاة التراويحِ سُنَّة بإجماع العلماء

“Shalat tarawih hukumnya sunnah dengan ijma ulama” (Al Majmu, 4/37).

Ash Shan’ani mengatakan:

قيام رمضان سُنَّة بلا خلاف

Qiyam Ramadhan hukumnya sunnah tanpa ada khilaf” (Subulus Salam, 2/11).

 

Shalat Tarawih Di Masjid Jama’ah

Shalat tarawih lebih utama dikerjakan secara berjamaah dari pada sendirian. Dalilnya:

Pertama: Dalil As Sunnah

Dari Aisyah radhiallahu’anha ia berkata:

أنَّ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم صلَّى في المسجدِ ذاتَ ليلةٍ، فصلَّى بصلاتِه ناسٌ، ثم صَلَّى من القابلةِ، فكثُرَ الناسُ ثم اجتَمَعوا من الليلةِ الثالثةِ، أو الرابعةِ، فلم يخرُجْ إليهم رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم، فلمَّا أصبحَ قال: قد رأيتُ الذي صنعتُم، فلمْ يمنعْني من الخروجِ إليكم إلَّا أنِّي خَشيتُ أنْ تُفرَضَ عليكم قال: وذلِك في رمضانَ

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam shalat di masjid suatu malam, maka orang-orang pun ikut shalat di belakang beliau. Kemudian beliau shalat lagi di malam berikutnya. Maka orang-orang yang ikut pun semakin banyak. Kemudian mereka berkumpul di masjid di malam yang ketiga atau keempat. Namun ternyata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak keluar. Ketiga pagi hari beliau bersabda: aku melihat apa yang kalian lakukan semalam. Tidak ada yang menghalangiku untuk keluar kecuali aku khawatir shalat tersebut diwajibkan atas kalian”. Perawi mengatakan: “itu di bulan Ramadhan” (HR. Bukhari no. 1129, Muslim no. 761).

Sisi pendalilan:

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam shalat tarawih secara berjama’ah di masjid. Namun yang menahan beliau untuk merutinkannya adalah beliau khawatir shalat tarawih diwajibkan kepada umat beliau. Maka ini menunjukkan bahwa melaksanakannya di masjid lebih utama.

Kedua: Dalil ijma

Ath Thahawi mengatakan:

قد أَجمعُوا أنه لا يجوزُ للنَّاس تعطيلُ المساجِد عن قيام رمضانَ وكانَ هذا   القيام واجِبًا على الكِفايَة، فمَن فعَلَه كانَ أفضلَ مِمَّن انفرد به

“Para ulama ijma bahwa tidak boleh orang-orang meninggalkan masjid-masjid untuk mengerjakan qiyam Ramadhan. Dan qiyam Ramadhan ini fardhu kifayah, barangsiapa mengerjakannya berjamaah maka itu lebih utama dari pada sendirian” (Mukhtashar Ikhtilaf Ulama, 1/315).

Ibnu Qudamah mengatakan:

وقال ابنُ   قُدامةَ: (الجماعةُ في التراويح أفضلُ، وإنْ كان رجلٌ يُقتدَى به، فصلَّاها في   بيته، خِفتُ أن يَقتديَ الناس به، وقد جاء عن النبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم: ((اقتدوا   بالخُلفاء))، وقد جاء عن عُمرَ أنه كان يُصلِّي في الجماعة… ولنا: إجماعُ الصَّحابة على ذلك

“Berjamaah dalam mengerjakan shalat tarawih itu lebih utama. Andai ada seorang yang meniru Rasulullah dengan shalat di rumah, aku khawatir orang-orang lain akan mengikutinya. Padahal Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘ikutilah para khulafa (ar rasyidin)’. Dan terdapat riwayat bahwa Umar bin Khathab mengerjakan shalat tarawih secara berjamaah. Dan kami menegaskan bahwa para sahabat ijma akan hal ini” (Al Mughni, 2/124).

Ketiga: Dalil atsar sahabat

Dari Abdurrahman bin Abdil Qari, ia berkata:

خرجتُ مع عُمرَ بنِ الخطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْه ليلةً في رمضانَ إلى المسجدِ، فإذا الناسُ أوزاعٌ متفرِّقون يُصلِّي الرجلُ لنَفسِه، ويُصلِّي الرجلُ فيُصلِّي بصلاتِه الرهطُ، فقال عُمرُ رَضِيَ اللهُ عَنْه: إني أَرَى لو جمعتُ هؤلاءِ على قارئٍ واحدٍ، لكان أمثلَ، ثم عَزَمَ فجمَعَهم إلى أُبيِّ بنِ كعبٍ

Aku keluar bersama Umar radhiallahu’anhu pada suatu malam bulan Ramadan ke masjid. Ketika itu orang-orang di masjid shalat berkelompok-kelompok terpisah-pisah. Ada yang shalat sendiri-sendiri, ada juga yang membuat jamaah bersama beberapa orang. Umar berkata: ‘Menurutku jika aku satukan mereka ini untuk shalat bermakmum di belakang satu orang qari’ itu akan lebih baik’. Maka Umar pun bertekad untuk mewujudkannya, dan ia pun menyatukan orang-orang untuk shalat tarawih berjamaah bermakmum kepada Ubay bin Ka’ab” (HR. Bukhari no. 2010).

 

Waktu Pelaksanaan Shalat Tarawih

Shalat tarawih dilaksanakan setelah shalat isya, dan yang utama adalah setelah waktu isya yang terakhir. Ibnu Taimiyah mengatakan:

فما كان الأئمَّة يُصلُّونها إلَّا بعد العِشاء على عهد النبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم، وعهدِ خلفائه الراشدين، وعلى ذلك أئمَّةُ المسلمين، لا   يُعرف عن أحدٍ أنه تعمَّد صلاتَها قبل العِشاء، فإنَّ هذه تُسمَّى قيام رمضان

“Para imam tidak melaksanakan shalat tarawih kecuali setelah shalat Isya sebagaimana di masa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, dan di masa para Khulafa Ar Rasyidin, dan juga di masa para imam kaum Muslimin. Tidak diketahui ada yang bersengaja melaksanakannya sebelum shalat Isya. Dan oleh karena itukah shalat ini disebut qiyam Ramadhan” (Majmu Al Fatawa, 23/120).

Beliau juga mengatakan:

السُّنة في التراويح أنْ تُصلَّى بعد العِشاء الآخِرةِ، كما اتَّفق على ذلك السَّلَف والأئمَّة

”Yang sunnah dalam melaksanakan melaksanakan shalat tarawih adalah setelah waktu isya yang terakhir. Sebagaimana ini telah disepakati oleh para salaf dan imam kaum Muslimin” (Majmu Al Fatawa, 23/119).

 

Jumlah Rakaat Shalat Tarawih

Shalat tarawih dan shalat malam secara umum tidak memiliki batasan tertentu. Dalil akan hal ini adalah sebagai berikut:

Pertama: Dalil As Sunnah

Dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma, ia berkata:

أنَّ رجلًا سألَ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم عن صلاةِ اللَّيل، فقال رسولُ الله صلَّى اللهُ عليه وسلَّم: صلاةُ الليلِ مَثْنَى مثنَى، فإذا خشِيَ أحدُكم الصبحَ صلَّى ركعةً واحدةً، تُوتِر له ما قدْ صلَّى

Ada seorang yang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengenai shalat malam. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menjawab: shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat, jika salah seorang di antara kalian khawatir masuk waktu subuh maka shalatlah satu rakaat untuk membuat rakaat shalatnya menjadi ganjil” (HR. Bukhari no. 990, Muslim no. 749).

Dari Aisyah radhiallahu’anha beliau berkata:

ما كان يَزيدُ في رمضانَ، ولا في غيرِه على إحْدى عَشرةَ ركعةً ؛ يُصلِّي أربعَ رَكَعاتٍ فلا تسألْ عن حُسنهنَّ وطولهنَّ، ثم يُصلِّي أربعًا، فلا تسألْ عن حُسنهنَّ وطولهنِّ ، ثم يُصلِّي ثلاثًا

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak pernah shalat lebih dari 11 rakaat baik di bulan Ramadhan atau di bulan lainnya. Beliau shalat 4 rakaat, jangan tanya mengenai bagusnya dan panjangnya, kemudian beliau shalat 4 rakaat, jangan tanya mengenai bagusnya dan panjangnya, kemudian beliau shalat 3 rakaat” (HR. Bukhari no. 2013, Muslim no. 837).

Dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma beliau berkata:

كان صلاةُ النبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم ثلاثَ عَشرةَ ركعةً. يعني: باللَّيل

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah shalat 13 rakaat di malam hari” (HR. Bukhari no. 1138, Muslim no. 764).

Sisi pendalilan:

Dari hadits-hadits ini diketahui bahwa  Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak membatasi jumlah rakaat shalat yang dikerjakan setelah Isya.

Kedua: Dalil ijma’

Ibnu Abdil Barr mengatakan:

وقد أجمَع العلماءُ على أنْ لا حدَّ ولا شيءَ مُقدَّرًا في صلاة الليل،   وأنَّها نافلة؛ فمَن شاء أطال فيها القيام وقلَّت ركعاته، ومَن شاء أكثر الركوع والسجود

“Para ulama sepakat bahwa tidak ada batasan rakaat tertentu dalam shalat malam. Dan bahwasanya hukumnya adalah sunnah. Barangsiapa yang ingin memanjangkan berdirinya dan menyedikitkan rakaatnya, silakan. Barangsiapa yang ingin memperbanyak rukuk dan sujud, silakan” (Al Istidzkar, 2/102).

Beliau juga mengatakan:

أكثرُ الآثار على أنَّ صلاته كانت إحدى عشرةَ ركعةً، وقد رُوي ثلاث عشرة ركعة، واحتجَّ العلماء على أنَّ صلاة الليل ليس فيها حدٌّ محدود، والصلاة خيرُ موضوع، فمَن شاء استقلَّ ومَن شاء استكثر

“Kebanyakan shalat malam Nabi itu 11 rakaat. Namun terdapat riwayat bahwasanya beliau pernah shalat 13 rakaat. Oleh karena itu para ulama berdalil dari sini bahwa shalat malam itu tidak ada batasan rakaatnya. Dan shalat adalah perkara yang paling baik. Siapa yang ingin mempersedikitnya silakan, yang ingin memperbanyaknya juga silakan” (Al Istidzkar, 2/98).

Al Qadhi ‘Iyadh mengatakan:

ولا خلافَ أنه ليس فى ذلك حدٌّ لا يُزاد عليه ولا يُنقص منه، وأنَّ صلاة الليل من   الفضائل والرغائب، التي كلَّما زِيد فيها زِيد فى الأجر والفضل، وإنما الخلافُ في فِعل النبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم وما اختاره لنفْسه

“Tidak ada khilaf bahwa shalat malam itu tidak ada batasannya yang paten sehingga tidak boleh dikurangi atau ditambahi. Shalat malam adalah keutamaan dan hal yang sangat dianjurkan, yang semakin banyak dikerjakan maka semakin banyak pahalanya. Yang diperselisihkan adalah mana jumlah rakaat yang sering dilakukan Nabi dan yang menjadi pilihan (kesukaan) Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam untuk dirinya” (Ikmalul Mu’lim, 3/82).

Al ‘Iraqi mengatakan:

قد اتفق العلماء على أنه ليس له حدٌّ محصور

“Ulama sepakat bahwa shalat malam itu tidak ada batasan rakaatnya” (Tharhu At Tatsrib, 3/43).

 

Tata Cara Shalat Tarawih

Shalat tarawih dilaksanakan dua rakaat – dua rakaat. Ini merupakan pendapat jumhur ulama, dari Syafi’iyyah, Malikiyyah dan Hanabilah, juga pendapat Abu Yusuf dari Hanafiyah. Dalilnya:

Dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma, ia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallambersabda:

صلاةُ الليلِ مَثنَى مَثنى، فإذا رأيتَ أنَّ الصبحَ يُدركُك فأَوتِر بواحدةٍ .قال: فقيل لابن عُمر: ما مَثنَى مَثنَى؟ قال تُسلِّم في كلِّ ركعتينِ

Shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat, jika engkau melihat bahwa subuh akan datang, maka shalatlah satu rakaat untuk membuat rakaat shalatnya menjadi ganjil”. Ibnu Umar ditanya: “apa maksudnya dua rakaat-dua rakaat?”. Ibnu Umar berkata: “maksudnya, setiap dua rakaat, salam” (HR. Bukhari no. 990, Muslim no. 749).

Dari Aisyah radhiallahu’anha beliau berkata:

كانَ رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يُصلِّي فيما بين أن يَفرغَ من صلاةِ العِشاءِ – وهي التي يدعو الناسُ العتمةَ – إلى الفجرِ إحْدى عشرةَ ركعةً، يُسلِّمُ بين كلِّ ركعتينِ، ويُوتِرُ بواحدةٍ

Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam antara setelah selesai shalat Isya, yaitu di waktu yang disebut orang sebagai atamah, sampai terbit fajar, beliau shalat 11 rakaat. Dengan salam di setiap dua rakaat kemudian, shalat witir satu rakaat” (HR. Muslim no. 736).

Syaikh Abdul Aziz bin Baz mengatakan:

والأفضل أن يُسلِّم من كل اثنتين ويوتر بواحدةٍ كما تقدَّم في حديث ابنِ عمر:   «صلاةُ الليل مَثْنى مثنى، فإذا خشِي أحدُكم الصبحَ صلَّى واحدةً تُوتِر له ما قد   صلَّى

“Shalat malam yang paling utama adalah salam di tiap dua rakaat, dan satu rakaat witir. Sebagaimana dalam hadits Ibnu Umar: shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat, jika salah seorang di antara kalian khawatir masuk waktu subuh maka shalatlah satu rakaat” (Majmu Fatawa Ibnu Baz, 11/324).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin mengatakan:

وصلاة الليل تَشمل التطوُّعَ كلَّه والوترَ، فيصلي مَثْنَى مثنى، فإذا خشِي الصبح   صلَّى واحدة فأوتَرتْ ما صلى

“Shalat malam mencakup semua shalat sunnah di malam hari, caranya dengan dua rakaat-dua rakaat, jika khawatir masuk waktu subuh maka shalatlah satu rakaat untuk membuat rakaatnya ganjil” (Majmu Fatawa war Rasail, 20/412).

 

Bacaan Dalam Shalat Tarawih

Tidak ada batasan tertentu mengenai bacaan Qur’an dalam shalat tarawih. Namun disunnahkan untuk membaca Al Qur’an 30 juz. Al Kasani mengatakan:

السُّنة أن يختمَ القرآن مرةً في التراويح، وذلك فيما قاله أبو حنيفة، وما أمر به عمرُ، فهو من باب الفضيلة، وهو أن يختمَ القرآن مرَّتين أو ثلاثًا، وهذا في زمانهم، وأمَّا في زماننا فالأفضل أن يقرأ الإمامُ على حسب حال القوم من الرغبة والكسل، فيقرأ قدْرَ ما لا يوجب تنفيرَ القوم عن الجماعة؛ لأنَّ تكثير الجماعة   أفضلُ من تطويل القراءة

“Disunnahkan untuk mengkhatamkan Al Qur’an sekali dalam shalat tarawih. Ini merupakan pendapat Abu Hanifah. Dan Umar bin Khathab pun memerintahkannya. Ini merupakan keutamaan, dan beliau mengkhatamkan Al Qur’an sebanyak dua atau tiga kali (dalam shalat tarawih) di zaman beliau. Adapun di zaman kita, yang utama imam membaca yang sesuai dengan keadaan kaumnya. Terkadang ada kaum yang semangat dan terkadang ada kaum yang pemalas. Maka hendaknya imam membaca bacaan yang tidak membuat orang meninggalkan jama’ah. Karena memperbanyak jumlah orang dalam jama’ah leih utama dari pada memperlama bacaan dalam shalat jama’ah” (Bada’i Ash Shana’i, 1/289).

Ad Dardir mengatakan:

“و” نُدِب للإمام “الخَتْم” لجميع القرآن   “فيها”، أي: في التراويح في الشهر كلِّه ليُسمِعَهم جميعه

“Dianjurkan bagi imam untuk mengkhatamkan seluruh Al Qur’an di bulan Ramadhan, yaitu di dalam shalat tarawih, agar jamaah mendengar semua bagian dari Al Qur’an” (Asy Syarhul Kabir, 1/315).

 

Men-jahr-kan Bacaan Dalam Shalat Tarawih

Disunnahkan men-jahr-kan bacaan Qur’an dalam shalat tarawih. Ulama ijma akan hal ini. An Nawawi mengatakan:

أجمع المسلمون على استحباب الجَهر بالقِراءة في… صلاة   التراويح، والوتر

“Ulama Islam sepakat disunnahkannya men-jahr-kan bacaan Qur’an dalam shalat tarawih dan witir” (At Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an, 1/130).

Demikian fikih ringkas shalat tarawih, semoga bermanfaat. Wabillahi at taufiq was sadaad.

Jika Anda ingin segera beribadah di tanah suci,
cara paling mudah yang bisa Anda lakukan adalah
dengan mendaftar umroh.
Tak perlu menunggu hingga bertahun-tahun pemberangkatan,
Kesempatan masih terbuka bagi Anda yang hendak melaksanakan ibadah umroh.

Tersedia banyak pilihan paket umroh yang murah dan berkah.
segera hubungi:
Telp/sms/whatsapp: 081 226 555 449 (Arief)

Kantor: Jl. Dr. Radjiman 641A Surakarta (Depan Pom Bensin Jongke)
Web: www.shafaumroh.com

Tanda Puasa Diterima Allah

BIRO UMROH SOLO Tanda Puasa Diterima Allah Tips Agar Puasa Kita Diterima Allah SWT Bulan Ramadhan yang penuh berkah, kaum muslimin berlomba-lomba melakukan berbagai macam amal kebaikan. Berpuasa sebulan penuh, membaca Al-Quran, shalat malam dan berinfak lebih di bulan Ramadhan dengan berharap amalan tersebut diterima oleh Allah dan balasan pahala yang sangat besar. Perlu diketahui bahwa seorang muslim tidak boleh terlalu percaya diri dan yakin bahwa amal ibadahnya pasti diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala

Hasil gambar untuk amalan

Perhatikan contoh bapak para Nabi yang gencar mendakwahkan tauhid yaitu Nabi Ibrahim alaihissalam ketika mendapatkan perintah agar membangun ka’bah rumah Allah yang mulia. Beliau adalah seorang nabi, tugas beliau adalah membangun ka’bah rumah Allah dan itupun atas perintah Allah, akan tetapi beliau tetap berdoa dan memohon agar amalnya diterima oleh Allah

Beliau berdoa,

ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺗَﻘَﺒَّﻞْ ﻣِﻨَّﺎ ﺇِﻧَّﻚَ ﺃَﻧْﺖَ ﺍﻟﺴَّﻤِﻴﻊُ ﺍﻟْﻌَﻠِﻴﻢُ

“Ya Allah, terimalah amal kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-
Baqarah: 127).

Tentunya kita yang bukan Nabi dan tidak mendapatkan wahyu, tentu lebih layak berdoa dan memohon agar amal kita diterima.

Apa Tanda Amalan Di Bulan Ramadhan Kita Diterima Allah?

Memang kita tidak bisa yakin dan tahu pasti apakah amal ibadah kita secara umum dan khususnya di bulan Ramadhan diterima atau tidak, akan tetapi suatu ibadah diterima atau tidak ada tandanya. Tanda ibadah diterima yaitu dimudahkan untuk melakukan amal kebaikan selanjutnya dan Allah beri ia taufik agar istiqamah tetap bisa melaksanakan ibadah tersebut selanjutnnya.

Para ulama’ mengatakan,

إن من علامةِ قبول الحسنة، الحسنة بعدها

“Sesungguhnya diantara alamat diterimanya kebaikan adalah kebaikan selanjutnya”

Ibnu Rajab Al-Hambali mengatakan,

أن معاودة الصيام بعد صيام رمضان علامة على قبول صوم رمضان فإن الله إذا تقبل عمل عبد وفقه لعمل صالح بعده كما قال بعضهم: ثواب الحسنة الحسنة بعدها فمن عمل حسنة ثم اتبعها بعد بحسنة كان ذلك علامة على قبول الحسنة الأولى كما أن من عمل حسنة ثم اتبعها بسيئة كان ذلك علامة رد الحسنة وعدم قبولها

“Membiasakan puasa setelah puasa Ramadhan merupakan tanda diterimanya amal puasa di bulan Ramadhan. Sesungguhnya Allah jika menerima suatu amal hamba, maka Allah beri ia taufik untuk melakukan amal shalih setelahnya.”[1]

Syaikh Shalih Al-Fauzan hafidzahullah berkata,

إن من علامة قبول شهر رمضان أن تكون حال المسلم بعده أحسن من حاله قبل رمضان لأن الحسنة تدعو إلى الحسنة، والعمل الصالح يدعو إلى العمل الصالح

“Diantara tanda diterimanya amal shalih di bulan Ramadhan adalah keadaan seorang muslim setelahnya menjadi lebih baik daripada sebelum Ramadhan, karena kebaikan akan mengajak kepada kebaikan (selanjutnya) dan amal shalih akan mengajak pada amal shalih lainnya.”[2]

Khawatirlah Amalanmu Tidak Diterima Allah

Salah satu sifat muslim yang baik adalah mereka ada rasa khawatir amal mereka tidak diterima oleh Allah. Sebagaimana dalam ayat berikut tentang orang yang telah memberikan tetapi malah takut. Allah berfirman,

ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳُﺆْﺗُﻮﻥَ ﻣَﺎ ﺁﺗَﻮْﺍ ﻭَﻗُﻠُﻮﺑُﻬُﻢْ ﻭَﺟِﻠَﺔٌ ﺃَﻧَّﻬُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺑِّﻬِﻢْ ﺭَﺍﺟِﻌُﻮﻥَ ‏

”Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka.” (Al Mukminun: 60).

‘Aisyah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ﺃَﻫُﻢُ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺸْﺮَﺑُﻮﻥَ ﺍﻟْﺨَﻤْﺮَ ﻭَﻳَﺴْﺮِﻗُﻮﻥَ

“Apakah mereka orang-orang yang meminum khamr dan mencuri?”

Maka rasulullah pun menjawab,

ﻟَﺎ ﻳَﺎ ﺑِﻨْﺖَ ﺍﻟﺼِّﺪِّﻳﻖِ ﻭَﻟَﻜِﻨَّﻬُﻢْ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺼُﻮﻣُﻮﻥَ ﻭَﻳُﺼَﻠُّﻮﻥَ ﻭَﻳَﺘَﺼَﺪَّﻗُﻮﻥَ ﻭَﻫُﻢْ ﻳَﺨَﺎﻓُﻮﻥَ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﻳُﻘْﺒَﻞَ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳُﺴَﺎﺭِﻋُﻮﻥَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮَﺍﺕِ

”Tidak wahai ’Aisyah. Mereka adalah orang-orang yang berpuasa, menegakkan shalat dan bersedekah akan tetapi mereka merasa takut amalan yang telah mereka kerjakan tidak diterima di sisi Allah. Mereka itulah golongan yang senantiasa berlomba-lomba dalam mengerjakan kebajikan.”[3]

Semoga Allah selalu menerima amal ibadah kita. Karenanya setiap subuh/dzikir pagi kita berdoa,

ﺍﻟﻠّﻬﻢَّ ﺇﻧّﻲ ﺃﺳﺄﻟﻚ ﻋﻠﻤﺎً ﻧﺎﻓﻌﺎً، ﻭﺭﺯﻗﺎً ﻃﻴﺒﺎً، ﻭﻋﻤﻼً ﻣُﺘﻘﺒّﻼً

“Ya Allah sesungguhnya saya memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima”.[4]

Jika Anda ingin segera beribadah di tanah suci,
cara paling mudah yang bisa Anda lakukan adalah
dengan mendaftar umroh.
Tak perlu menunggu hingga bertahun-tahun pemberangkatan,
Kesempatan masih terbuka bagi Anda yang hendak melaksanakan ibadah umroh.

Tersedia banyak pilihan paket umroh yang murah dan berkah.
segera hubungi:
Telp/sms/whatsapp: 081 226 555 449 (Arief)

 

Kantor: Jl. Dr. Radjiman 641A Surakarta (Depan Pom Bensin Jongke)
Web: www.shafaumroh.com